3 Kriteria Pasien yang Diterima RS Darurat Corona Wisma Atlet

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menyiapkan alat-alat medis di salah satu ruangan di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Ahad, 22 Maret 2020. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan akan menyiapkan ruang relaksasi bagi tenaga medis yang menangani pasien virus Corona atau Covid-19 yang berada di Wisma Atlet Kemayoran. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas menyiapkan alat-alat medis di salah satu ruangan di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Ahad, 22 Maret 2020. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan akan menyiapkan ruang relaksasi bagi tenaga medis yang menangani pasien virus Corona atau Covid-19 yang berada di Wisma Atlet Kemayoran. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Dansatgas Kesehatan RS Darurat Corona Wisma Atlet Kemayoran Brigjen TNI Agung mengatakan terdapat tiga jenis pasien yang diterima di rumah sakit darurat itu.

    "Pertama, pasien dari rumah sakit dari kondisi ringan sampai sedang karena COVID-19," kata Agung di Jakarta, Jumat 27 Maret 2020.

    Kriteria kedua adalah masyarakat yang mengalami gangguan atau sakit COVID-19. Kriteria ketiga, pasien yang berasal dari penjemputan setelah ada laporan dari keluarga atau masyarakat bahwa yang berangkutan terindikasi sakit COVID-19.

    "Kami bisa menjemput untuk dilakukan isolasi atau karantina di RSD COVID-19 ini," katanya.

    Agung mengatakan berbagai informasi soal RS Darurat Corona Wisma Atlet dapat diakses melalui sambungan telepon 119 ekstensi 9 Kementerian Kesehatan.

    Menurut dia, pasien COVID-19 saat pertama kali diisolasi akan mengalami persoalan psikologis karena keadaan lingkungan yang berbeda dari kesehariannya.

    "Karena dari keadaan di rumah cukup bisa berinteraksi kemudian masuk ke sini dalam kondisi berkamar-kamar sendiri sehingga ada masalah itu. Dari beberapa hal pasien bisa adaptasi," kata dia.

    RSD Wisma Atlet, kata dia, memiliki sejumlah fasilitas yang cukup untuk merawat pasien COVID-19. Kendati begitu, jika dalam keadaan tertentu pasien tidak dapat diatasi maka akan dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih mumpuni.

    Dansatgas Kesehatan RS Darurat Corona itu juga mengingatkan masyarakat bisa melakukan karantina mandiri COVID-19 selama disiplin. "Pasien yang mampu isolasi diri di rumah itu lebih baik. Bila ada keluhan silakan ke faskes yang ada di Jakarta ini," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.