Polisi dan TNI Awasi Penerapan New Normal di Dua Sektor

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Ditsamapta Polda Metro Jaya melakukan sosialisasi protokol kesehatan di Pasar Pagi Asemka, Jakarta Barat, Rabu, 27 Mei 2020. Sosialisasi protokol kesehatan di sektor niaga tersebut untuk menuju tatanan normal baru sehingga masyarakat dapat dan terbiasa menjalankan protokol yang telah ditetapkan pemerintah. ANTARA

    Anggota Ditsamapta Polda Metro Jaya melakukan sosialisasi protokol kesehatan di Pasar Pagi Asemka, Jakarta Barat, Rabu, 27 Mei 2020. Sosialisasi protokol kesehatan di sektor niaga tersebut untuk menuju tatanan normal baru sehingga masyarakat dapat dan terbiasa menjalankan protokol yang telah ditetapkan pemerintah. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusri Yunus, mengatakan kepolisian baru menggelar rapat bersama TNI dan stakeholder terkait membahas penerapan new normal atau kenormalan baru di Jakarta dalam menghadapi pandemi Corona.

    Dalam rapat tersebut, ada dua sektor yang akan melibatkan polisi dan TNI dalam pengawasannya. "Pertama sektor ekonomi. Apa saja? Pasar tradisional dan pasar modern seperti mal," ujar Yusri saat dihubungi, Jumat, 29 Mei 2020.

    Untuk sektor kedua, Yusri mengatakan, kepolisian akan menempatkan personel di sektor transportasi umum. Menurut dia, akan ada personel polisi dan TNI yang mengawasi masyarakat untuk patuh terhadap penerapan new normal di dua sektor itu. 

    Mengenai jumlah personel, kata Yusri, belum bisa memberi kepastian karena menunggu arahan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. "Pembukaan atau pelaksanaannya itu kan masih menunggu gugus tugas dan itu adalah gubernur," kata Yusri. 

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan masyarakat harus bisa berkompromi, hidup berdampingan, dan berdamai dengan Covid-19 agar tetap produktif. Alasannya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan meski kurva kasus positif Covid-19 menurun, virus Corona tidak akan hilang.

    Agar dapat tetap produktif dan hidup berdampingan bersama virus Covid-19, Jokowi mengisyaratkan masyarakat perlu membentuk kenormalan baru (new normal) dalam aktivitas mereka. Jokowi pun sudah mengumumkan wilayah-wilayah yang akan menjalankan new normal tersebut, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Barat dan Gorontalo.

    Dalam pelaksanaannya, penerapan new normal mirip dengan PSBB. Beberapa ketentuan dalam PSBB seperti wajib mengenakan masker, social distancing, dan pembatasan jumlah penumpang dalam kendaraan juga akan berlaku dalam new normal. 

    M JULNIS FIRMANSYAH 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.