PSBB Transisi Diperpanjang, Anies Tak Berniat Segera Buka Sekolah

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melepas 2.000 ASN sebagai petugas pengawas pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), di Balai Kota, Selasa 23 Juni 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melepas 2.000 ASN sebagai petugas pengawas pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), di Balai Kota, Selasa 23 Juni 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta -Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan pemerintah tidak akan membuka sekolah di Ibu Kota, sampai wabah Corona dinyatakan aman.

    Menurut Anies, pembukaan sekolah merupakan tindakan paling berisiko terhadap penularan Covid-19 kepada anak.

    "Kami masih memantau perkembangan wabah. Karena (pembukaan sekolah) salah satu yang paling berisiko (terhadap penularan) adalah anak," kata Gubernur Anies saat konferensi pers daring dari Balai Kota DKI, Rabu, 1 Juli 2020.

    Mantan menteri pendidikan dam kebudayaan itu mengatakan telah mendapatkan laporan dari Dinas Kesehatan bahwa anak Indonesia paling tinggi terpapar virus bahaya itu. Bahkan, angka penularan terhadap anak di Jakarta juga terbilang tinggi.

    "Jadi sekolah belum akan dibuka meskipun tahun ajaran mulai 13 Juli 2020. Mulainya masih di dalam pembelajaran jarak jauh. Tetap di rumah."

    Hari ini, Gubernur Anies Baswedan mengumumkan memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar masa transisi selama 14 hari. Fase pertama masa transisi dimulai sejak 5 Juni lalu sampai 2 Juli 2020. "PSBB transisi masih berlangsung. 50 persen kapasitas akan diteruskan 14 hari ke depan," kata Anies lagi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Rp 28,5 Triliun untuk Gaji Ke-13 di Bulan Agustus 2020

    Pemerintah menyalurkan gaji ke-13 PNS pada Senin, 10 Agustus 2020. Ada sejumlah kelompok yang menerima gaji itu dari anggaran Rp 28,5 triliun.