Motif Ledakan di Menteng, Diduga Serangan Pribadi ke Pengusaha

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil bernopol B 1812 PJH yang terkena ledakan di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (5/7/2020). (ANTARA/HO-Dokumentasi Bongga Wangga)

    Mobil bernopol B 1812 PJH yang terkena ledakan di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (5/7/2020). (ANTARA/HO-Dokumentasi Bongga Wangga)

    TEMPO.CO, Jakarta -Polres Jakarta Pusat menyelidiki target pelaku ledakan di Menteng, yang menyasar mobil mewah terparkir di pinggir jalan, Minggu sore.

    "Kita belum tahu targetnya itu siapa, kita masih dalami. Masih mengumpulkan saksi-saksi," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto di Jakarta, Minggu 5 Juli 2020.

    Heru mengatakan, pemilik mobil yang bannya meledak itu diidentifikasi sebagai pengusaha. 
    Polisi menduga motif penyerangan terhadap mobil itu adalah serangan pribadi terhadap pengusaha tersebut. 

    Dari dugaan itu, kepolisian masih perlu mendalami apakah ada permasalahan yang dihadapi pengusaha tersebut sehingga mobilnya menjadi target ledakan.

    Selain itu, polisi masih mendalami keterkaitan ledakan tersebut dengan serangan pribadi pengusaha tersebut.

    Kini, Polres Metro Jakpus memeriksa lima orang saksi yang memiliki hubungan dengan peristiwa ledakan di Menteng itu. "Kita sedang lakukan pemeriksaan apakah ada keterkaitan dengan saksi di sekitar TKP," kata dia.

    Ledakan di Menteng sempat mengejutkan warga sekitar karena bunyi yang cukup keras terdengar dari sebuah mobil yang terparkir di Jalan Adiwinata, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu sore sekitar pukul 15.00. Ledakan tersebut diduga bom rakitan yang dilempar pengendara sepeda motor yang tidak dikenal ke arah mobil itu.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Megawati Bergelimang Gelar Doktor Honoris Causa walau Tak Tamat Kuliah

    Megawati akan menerima gelar kehormatan dari Universitas Pertahanan. Gelar itu akan melengkapi koleksi gelar Doktor Honoris Causa yang ia terima.