Tarif Rapid Test di RS Pertamina Jaya Bakal Diturunkan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua orang dokter berdiri di depan salah satu ruang modular di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin, 6 April 2020. Rumah Sakit darurat COVID-19 tersebut berkapasitas sebanyak 160 tempat tidur dalam ruangan dan 65 kamar isolasi bertekanan negatif untuk merawat pasien positif COVID-19 sesuai standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. ANTARA

    Dua orang dokter berdiri di depan salah satu ruang modular di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin, 6 April 2020. Rumah Sakit darurat COVID-19 tersebut berkapasitas sebanyak 160 tempat tidur dalam ruangan dan 65 kamar isolasi bertekanan negatif untuk merawat pasien positif COVID-19 sesuai standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. ANTARA

    TEMPO.CO, JakartaRumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ) akan menyesuaikan tarif rapid test mandiri seperti yang ditetapkan Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI Nomor HK.02.02/I/2875/2020. Dalam surat edaran Kemenkes itu disebutkan biaya tes cepat atau rapid test Covid-19 maksimal Rp 150.000. 

    RSPJ akan mengkoordinasikan tarif rapid test itu dengan pihak korporat. "Kita masih dalam proses pengurangan harga, dalam proses mematuhi aturan yang diberikan dari Kemenkes RI," kata Direktur Utama RSPJ Syafik Ahmad di Jakarta, Kamis 9 Juli 2020.

    Syafik mengatakan nantinya tarif Rp 150.000 itu tidak hanya mencakup biaya penggunaan alat tes namun juga termasuk biaya operasional dan biaya tenaga medis.

    "Melihat dari aturan yang sudah kami terima itu, harganya sudah termasuk dengan biaya tenaga kesehatan, alat serta biaya operasional," ujar Syafik.

    Pada saat ini RS Pertamina Jaya tidak mendorong orang yang merasa memiliki indikasi gejala Covid-19 untuk melakukan rapid test. Rumah sakit akan lebih menyarankan orang bergejala untuk melakukan tes usab (swab PCR test).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.