140 Kendaraan Parkir Sembarangan Ditilang, Dicabut Pentil

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Dinas Perhubungan menempelkan stiker setelah mencabut pentil mobil yang parkir sembarangan di Bandung, Selasa, 27 November 2018. Petugas akan mencabut pentil kendaraan yang salah parkir. TEMPO/Prima Mulia

    Petugas Dinas Perhubungan menempelkan stiker setelah mencabut pentil mobil yang parkir sembarangan di Bandung, Selasa, 27 November 2018. Petugas akan mencabut pentil kendaraan yang salah parkir. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta -Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat menindak sebanyak 140 kendaraan pelanggar parkir sembarangan dalam sebuah operasi gabungan di Ibu Kota, Rabu.

    "Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin kami gabungan bersama Dishub, TNI, Polri dalam upaya menekan pelanggaran masyarakat terutama parkir liar dan parkir sembarangan," kata Kasie Ops Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat, Syamsul Mirwan, di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2020.

    Secara detil Syamsul mengatakan pihaknya menderek sebanyak 18 kendaraan bermotor roda empat, lalu 46 kendaraan bermotor roda dua dalam Operasi Cabut Pentil (OCP).

    Lebih lanjut, 46 kendaraan bermotor roda dua bahkan mendapatkan Berita Acara Perkara (BAP) dari polisi dan 30 kendaraan roda dua lainnya harus diangkut petugas Sudin Perhubungan Jakarta Pusat.

    Kendaraan-kendaraan yang melanggar itu, terjaring di beberapa titik jalan seperti Jalan Senen Raya, Jalan Stasiun Senen, Jalan Sukarjo Wiryopranoto, Jalan Kodam Raya, Jalan H.Ung, Jalan Abdulrahman Saleh, Jalan Pangkalan Asem, dan Jalan Merpati.

    "Masyarakat kita ini masih abai terkait parkir. Masih banyak sekali yang parkir di bahu jalan dan trotoar," kata Syamsul.

    Oleh karena itu, Syamsul mengatakan tindakan tegas seperti penderekan, pengangkutan kendaraan, hingga tilang perlu dilakukan agar masyarakat merasakan efek jera saat melanggar aturan berlalu lintas. "Kami berharap mudah-mudahan dengan dilakukan razia rutin seperti ini ke depan tidak ada lagi pengendara yang seenaknya parkir sembarangan," ujar Syamsul.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rangkap Jabatan dan Konflik Kepentingan di BUMN

    Ombudsman RI mendapati ratusan komisaris badan usaha milik negara berposisi rangkap jabatan dan berpotensi terjadi konflik kepentingan.