DKI Sebut Protokol Kesehatan Covid-19 di Rumah Ibadah Berjalan

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana swab test dan rapid test COVID-19 secara massal di halaman Gedung KPU, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020. Badan Intelijen negara (BIN) bekerja sama dengan Kemenkes menggelar swab tes dan rapid test untuk memetakan kondisi kesehatan pegawai KPU dan Wartawan yang berada di zona merah sekaligus sebagai upaya pencegahan COVID-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Suasana swab test dan rapid test COVID-19 secara massal di halaman Gedung KPU, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020. Badan Intelijen negara (BIN) bekerja sama dengan Kemenkes menggelar swab tes dan rapid test untuk memetakan kondisi kesehatan pegawai KPU dan Wartawan yang berada di zona merah sekaligus sebagai upaya pencegahan COVID-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Biro Pendidikan Mental dan Spiritual DKI Jakarta, Hendra Hidayat, menilai protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di rumah ibadah lebih teratur ketimbang tempat lain.

    Dia mengaku yakin rumah ibadah masih bisa dibuka meski pandemi Covid-19 belum juga mereda.

    "(Protokol kesehatan) rumah ibadah biasanya lebih teratur ketimbang pasar, kantor, dan tempat olahraga," kata dia saat dihubungi, Jumat, 7 Agustus 2020.

    Salah satu buktinya, tutur dia, adanya penanda di tempat duduk atau lantai rumah ibadah. Tanda itu sebagai peringatan agar pengunjung rumah ibadah tidak berdekatan atau saling jaga jarak dengan berdiri di titik penanda itu.

    Tak cuma itu, menurut Hendra, biasanya antar warga yang hendak beribadah saling mengingatkan untuk menjalankan protokol kesehatan, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

    "Sebetulnya kalau saya lihat rata-rata jemaah cenderung saling mengingatkan, karena kan mereka interaksinya juga tidak terlalu sering setiap hari kayak di perkantoran," jelas dia.

    Sebelumnya, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat adanya sembilan klaster rumah ibadah dengan total 114 kasus. Data itu hanya mencatat kasus aktif pada 4 Juni-28 Juli yang diberikan kepada Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

    Pasar dan kantor juga menjadi klaster penularan Covid-19 di Ibu Kota DKI Jakarta. Tiga klaster ini muncul setelah diterapkan PSBB transisi. PSBB transisi dimulai sejak 5 Juni 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uang Djoko Tjandra untuk Gaya Hidup Jaksa Pinangki

    Tersangka kasus suap Jaksa Pinangki Sirna Malasari diduga menerima uang banyak untuk mengurus fatwa bebas Djoko Tjandra