Peretasan Tempo dan Tirto, Polda Metro Jaya Masih Tunggu Data Pelapor

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemred TEMPO.co Setri Yasra, Pemred Tirto.id Sapto Anggoro, dan perwakilan LBH Pers Ade Wahyudin sesuai melaporkan kasus peretasan situs masing-masing di Polda Metro Jaya, Selasa, 25 Agustus 2020. TEMPO/Wintang Warastri

    Pemred TEMPO.co Setri Yasra, Pemred Tirto.id Sapto Anggoro, dan perwakilan LBH Pers Ade Wahyudin sesuai melaporkan kasus peretasan situs masing-masing di Polda Metro Jaya, Selasa, 25 Agustus 2020. TEMPO/Wintang Warastri

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan penyidik masih menunggu data dari pelapor dalam kasus peretasan media massa, yakni peretasan Tempo.co dan Tirto.id.

    "Penyidik masih menunggu data log dari pihak Tempo sendiri, sama pengacaranya kita masih berkoordinasi," ujar Yusri di kantornya, Rabu, 16 September 2020.

    Baca juga : LBH Pers: Pemeriksaan Kasus Peretasan Tempo Cukup Bagi Polisi untuk Cari Bukti

    Menurut Yusri, penyidik sudah meminta keterangan dari para pelapor dan saksi-saksi. Dia berujar petugas bakal terus mendalami keterangan yang sudah didapat. Setelah itu, kata dia, gelar perkara baru bisa dilakukan.

    Pada 25 Agustus lalu Pemimpin Redaksi atau Pemred dari Tempo.co, Setri Yasra dan Pemred Tirto.id, Sapto Anggoro melaporkan dugaan peretasan yang dialami media mereka ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Pelaporan ini didampingi oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers.

    Situs Tempo.co dan Tirto.id sama-sama diretas pada Jumat, 21 Agustus 2020. Peretasan di Tempo dalam bentuk pengubahan tampilan visual halaman website. Sementara di Tirto, penghapusan terhadap tujuh artikel.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hati-hati, Ada 5 Tempat Rawan Penularan Virus Corona di Kantor

    Penelitian mengumpulkan daftar lima titik risiko penyebaran Covid-19 di kantor. Sejumlah titik penularan virus corona sering kita abaikan.