Polisi Tetap Gelar Perkara Kasus Penghinaan Ahok

Reporter

Editor

Juli Hantoro

AS, tersangka pencemaran nama baik terhadap keluarga Ahok mengenakan rompi merah saat dihadirkan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 30 Juli 2020. Dua akun yang dilaporkan adalah @ito.kurnia dan @an7a_s679. TEMPO/M Julnis Firmansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Polda Metro Jaya tetap melakukan gelar perkara dalam kasus penghinaan terhadap Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Walaupun, Ahok sudah mencabut laporan.

"Segala sesuatunya harus digelarkan (perkaranya) dulu, apakah bisa dicabut atau tidak," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus di kantornya, Sabtu, 3 Oktober 2020.

Ahok resmi mencabut laporannya di Polda Metro Jaya pada Senin, 28 September 2020. Pencabutan laporan dan penandatanganan berkas dilakukan oleh pengacara Ahok, Ahmad Ramzy. Kepada awak media, Ramzy menjelaskan alasan kliennya mencabut laporan.

"Pertimbangannya salah satunya karena kedua tersangka sudah mengakui, menyesali perbuatannya, dan mereka berjanji tidak akan mengulangi," kata Ramzy di Polda Metro Jaya, Senin, 28 September 2020.

Selain itu, kata Ramzy, kedua tersangka juga sudah menuliskan penyesalannya di media sosial masing-masing. Menurut Ramzy, alasan lain kliennya mencabut laporan berkaitan dengan umur para tersangka.

"Tersangka ini juga perempuan, dan ada yang sudah lanjut usia, makanya pertimbangannya pak Ahok untuk mencabut laporan ini," kata Ramzy.

Dalam kasus penghinaan ini, polisi telah menetapkan dua orang sebagai tersangka, yaitu EJ, 47 tahun, dan AS, 67 tahun. Keduanya ditangkap pada Akhir Juli 2020 di Denpasar, Bali dan Medan, Sumatera Utara.

Penyidik memfasilitasi kedua tersangka untuk bertemu Ahok dan istrinya, Puput Nastiti Devi pada Rabu, 23 September 2020. Keduanya lantas meminta maaf kepada Ahok saat pertemuan itu.

AS dinyatakan terbukti mengunggah konten ujaran kebencian terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta itu melalui akun Instagram, @ito.kurnia. Sementara EJ adalah ketua dari kelompok Veronica Lovers yang diikuti oleh AS di WhatsApp dan Telegram. Veronica tak lain adalah mantan istri Ahok. Melalui akun instagram @an7a_s679, EJ mengunggah hinaan terhadap Ahok.






Sambut HUT Polda Metro Jaya ke-73, Polisi Bagikan Sembako bagi Warga Kembangan

8 menit lalu

Sambut HUT Polda Metro Jaya ke-73, Polisi Bagikan Sembako bagi Warga Kembangan

Kegiatan amal ini akan terus berlangsung hingga puncak rangkaian peringatan 73 Tahun Bakti Polda Metro Jaya pada 6 Desember mendatang.


Berselang 10 Hari, Polisi Kembali Gerebek Kampung Bahari, Tangkap 6 Pengguna Narkoba

57 menit lalu

Berselang 10 Hari, Polisi Kembali Gerebek Kampung Bahari, Tangkap 6 Pengguna Narkoba

Polda Metro Jaya kembali menggerebek dan menyisir Kampung Bahari di Tanjung Priok. Tangkap enam pengguna narkoba. Mendapat perlawanan.


Peserta Reuni 212 Membubarkan Diri

1 jam lalu

Peserta Reuni 212 Membubarkan Diri

Peserta Munajat Akbar Reuni 212 mulai membubarkan diri. Rizieq Shihab dipaksa menghadiri acara tersebut.


Simak Pengalihan Arus Lalu Lintas Dampak Reuni 212 di TMII Jumat Hari Ini

8 jam lalu

Simak Pengalihan Arus Lalu Lintas Dampak Reuni 212 di TMII Jumat Hari Ini

Polda Metro siapkan pengalihan arus lalu lintas di sekitar Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dampak Reuni 212, Jumat, 2 Desember 2022, hari ini.


Tilang Manual Tetap Berlaku, Sasar Pelanggaran Lalu Lintas Ini

1 hari lalu

Tilang Manual Tetap Berlaku, Sasar Pelanggaran Lalu Lintas Ini

Polda Metro Jaya dan Polda Riau menyiasati dengan memberlakukan tilang elektronik dan tilang manual untuk mengatasi berbagai pelanggaran.


Jakpro Sempat Tawarkan Harga Sewa Kampung Susun Bayam Rp1,5 Juta, Kent: Menyakiti Warga

2 hari lalu

Jakpro Sempat Tawarkan Harga Sewa Kampung Susun Bayam Rp1,5 Juta, Kent: Menyakiti Warga

Hardiyanto Kenneth mengkritik harga sewa Kampung Susun Bayam (KSB) per bulan yang harus dibayar warga Kampung Bayam karena dinilai tidak berpihak.


Kemenyan, Ritual & Motif Psikologis Satu Keluarga Tewas di Kalideres Diselidiki

2 hari lalu

Kemenyan, Ritual & Motif Psikologis Satu Keluarga Tewas di Kalideres Diselidiki

Kepolisian masih menyelidiki motif psikologis satu keluarga tewas di Kalideres.


Warga Kampung Susun Bayam Tolak Ongkos Sewa Mahal & Perjanjian dengan Jakpro Masuk Top 3 Metro

2 hari lalu

Warga Kampung Susun Bayam Tolak Ongkos Sewa Mahal & Perjanjian dengan Jakpro Masuk Top 3 Metro

Warga Kampung Susun Bayam protes ongkos sewa mahal & mereka juga mempertanyakan perjanjian dengan Jakpro masuk Top 3 Metro.


Balap Liar Motor Bisa Tilang Manual, Salah Satunya di JLNT Casablanca

2 hari lalu

Balap Liar Motor Bisa Tilang Manual, Salah Satunya di JLNT Casablanca

Dia menerangkan ada dua jenis pelanggaran oleh rombongan motor pelaku balap liar di JLNT Casablanca yang bisa kena tilang manual, yakni balap liar dan


Polisi Sebut Adik Keluarga yang Meninggal di Kalideres Aktif Melakukan Ritual

2 hari lalu

Polisi Sebut Adik Keluarga yang Meninggal di Kalideres Aktif Melakukan Ritual

Polisi bakal mengundang ahli sosiologi agama untuk menganalisa tulisan dalam buku yang ditemukan di rumah satu keluarga meninggal di Kalideres.