Penyebab Jakarta Timur Kaji Ulang Jalur Sepeda di Kolong Tol Becakayu

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepeda menjajal lintasan sepeda pump track di Kalimalang, Jakarta, Ahad, 8 November 2020. Lahan seluas 200 meter persegi (m2) milik PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) selaku pengelola Tol Becakayu telah dilengkapi dengan roller atau gundukan tanah. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Pesepeda menjajal lintasan sepeda pump track di Kalimalang, Jakarta, Ahad, 8 November 2020. Lahan seluas 200 meter persegi (m2) milik PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) selaku pengelola Tol Becakayu telah dilengkapi dengan roller atau gundukan tanah. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah Kota Jakarta Timur mengkaji ulang pembangunan jalur sepeda di kolong Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu), Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar yang telah dibuka untuk umum sejak awal November 2020.

    "Kami membahas pemanfaatan kolong Tol Becakayu, sesuai arahan Bapak Gubernur jangan sampai kita membuat fasilitas atau membangun tanpa ada aturan, sinergi, dan kolaborasi," kata Wali Kota Jakarta Timur M Anwar di Jakarta, Rabu, 25 November 2020.

    Keberadaan jalur sepeda di RW03 Kelurahan Cipinang Melayu akan dikaji kembali dari sejumlah faktor, di antaranya aturan kebijakan hingga aspek keselamatan pengguna.

    Lintasan sepeda yang diberi nama Pilar Jati Bike Park berada pada lahan seluas 200 meter persegi (m2) milik PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) selaku pengelola Tol Becakayu.

    Area latihan sepeda itu telah dilengkapi dengan "roller" atau gundukan tanah 1,5x4 meter yang memungkinkan penggunanya melompat menggunakan sepeda setinggi 5 meter ke arah depan.

    Namun titik lompatan tersebut berada tepat di bantaran Kalimalang yang rawan menimbulkan kecelakaan fatal terhadap pesepeda.

    Fasilitas yang dibangun oleh pihak kelurahan setempat bekerja sama dengan konsultan dari Rombongan Anak Mangkok (ROAM) UI, baru dilengkapi dengan pagar pengaman ban mobil yang dipasang berjajar membatasi lintasan sepeda dengan aliran Kalimalang.

    Anwar mengatakan faktor risiko menjadi salah satu poin penting yang masuk dalam agenda kajian ulang Pilar Jati Bike Park.

    "Termasuk faktor risikonya, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," katanya.

    Baca juga : Begini Jaktim Sulap Lahan Parkir Liar Kolong Tol Becakayu Jadi Ruang Publik

    Wali Kota bersama para kontraktor Becakayu akan meninjau lapangan pada Kamis esok untuk persiapan teknis penataan lahan dengan desain yang sudah disiapkan.

    Wali Kota mengatakan, rapat koordinasi bersama pihak Tol Becakayu ini bertujuan untuk melakukan langkah penataan lahan dengan seluruh Unit Kerja Perangkat Daerah sepanjang Jalan Tol Becakayu.

    “Dari Lampiri sampai Cipinang Besar Selatan, khusus di wilayah Jakarta Timur, kita manfaatkan agar tidak disalahgunakan untuk parkir liar, kumuh, penumpukan sampah dan sebagainya,” ujar Wali Kota.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.