Alasan Jakarta Utara Bikin Olakan Pencegah Banjir di Depan Mall Kelapa Gading

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta LRT melintas saat banjir merendam Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Ahad, 23 Februari 2020. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Kereta LRT melintas saat banjir merendam Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Ahad, 23 Februari 2020. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Jakarta Utara membangun kolam olakan di sepanjang Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading, di depan Mall Kelapa Gading (MKG) untuk upaya mencegah banjir.

    Kepala Satuan Pelaksana Sumber Daya Air Kecamatan Kelapa Gading Citrin Indriati mengatakan, kolam olakan itu berfungsi untuk menampung air ketika hujan turun. 

    "Kami memanfaatkan lahan yang ada di bawah LRT untuk kami membuat olakan sebagai tangkapan air dari jalan supaya jalan tidak tergenang," kata dia saat dihubungi, Rabu, 25 November 2020.

    Citrin memaparkan, selama ini saluran air di tepi jalan depan Mall Kelapa Gading tak cukup lebar untuk menampung hujan berintensitas tinggi. Saluran air di bawah konstruksi kereta lintas raya terpadu (LRT) Jakarta juga kurang menampung air. Di depan MKG juga tidak tersedia drainase.

    Kurangnya drainase itu menyebabkan banjir kerap melanda kawasan Jalan Boulevard Raya sehingga Jakarta Utara memutuskan membangun olakan air. Citrin mengatakan, air yang tertampung disalurkan ke drainase eksisting di samping olakan.

    Citrin berujar, olakan bakal menampung air dari sisi timur Jalan Boulevard Raya. Drainase persis berada di sisi barat olakan. Air selanjutnya dialirkan ke hilir, yaitu saluran penghubung atau PHB Kelapa Nias.

    "Olakan-olakan tersebut dihubungkan dengan buis beton. Air akan masuk ke saluran drainase yang berupa buis beton tersebut," tambah Citrin.

    Baca juga: Jakarta Utara Prioritaskan Penanganan Banjir di Tiga Kecamatan Ini

    SDA Kecamatan Kelapa Gading akan membangun 11 olakan yang masing-masing memiliki panjang 30-35 meter, lebar tiga meter, dan kedalaman 130 sentimeter. Penggalian kolam olakan pencegah banjir telah dimulai April-Juli 2020. Sementara pengerjaan konstruksi berjalan sejak Oktober dan ditargetkan rampung Desember 2020.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.