Dokter Relawan Covid-19: Rumah Sakit Rujukan Mulai Penuh Sejak November

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perawatan pasien Covid-19. REUTERS

    Ilustrasi perawatan pasien Covid-19. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Lonjakan ekstrem jumlah pasien telah dirasakan dokter yang bertugas di rumah sakit milik Pemerintah DKI Jakarta. Dokter, AR, 26 tahun, relawan penanggulangan Covid-19 di rumah sakit umum daerah kawasan Jakarta Timur itu merasakannya sejak November 2020. "Kenaikannya tiba-tiba langsung tinggi dan terasa sekali lonjakannya sejak dua bulan lalu sampai sekarang," kata AR saat dihubungi Senin, 11 Januari 2021.

    Ia menuturkan semula rumah sakit tempatnya bertugas hanya menyediakan 200 tempat tidur di bangsal isolasi. Sejak November kemarin, rumah sakit terus menambah tempat tidur untuk pasien isolasi.

    "Sekarang sudah sampai sekitar 500 tempat tidur isolasi.” Padahal, saat akhir Oktober, rumah sakit itu sempat cuma merawat kurang dari 100 pasien.

    Meski kapasitas telah ditambah, rumah sakit terus disesaki pasien Covid-19 dengan gejala sedang hingga berat. Bahkan pasien yang datang kini harus menerima sistem antre menunggu pasien lain keluar. "Sekarang sudah pakai sistem waiting list."

    Keadaan yang sama juga terjadi untuk ruang perawatan intensif atau ICU. Ruang ICU, kata dia, tidak pernah lagi kosong dan selalu terisi ketika ada pasien yang keluar.

    Kondisi seperti itu menambah beban kerja dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Informasi rumah sakit penuh di media itu memang benar-benar terjadi."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Varian Covid-19 AY.4.2 Delta Plus yang Bisa Memicu Gelombang Ketiga

    Menteri Kesehatan memberi isyarat bahaya gelombang ketiga yang disebabkan varian Delta Plus. Walau pun masih dalam batas aman, publik diharap waspada.