Pemerintah Kota Jakarta Barat: Daging Sapi Tersedia dengan Harga Sedikit Naik

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi daging sapi beku. livestrongcdn.com

    Ilustrasi daging sapi beku. livestrongcdn.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat menyatakan bahwa daging sapi masih tersedia dengan harga bervariasi pada hari ini, Rabu, 20 Januari 2021. "Tadi pagi ketersediaan pangan dan harga secara umum masih ada yang berjualan dengan harga bervariasi dengan sedikit kenaikan," kata Kepala Suku Dinas KPKP Iwan Indriyanto di Jakarta.

    Kemarin, Suku Dinas KPKP telah menerima informasi adanya rencana mogok massal pedagang daging sapi yang akan diikuti seluruh pedagang di wilayah Jabodetabek.

    Baca: Ikappi Soal Harga Daging Sapi Meroket: Pedagang Jabodetabek Jangan Mogok Jualan
     
    KPKP berkoordinasi dengan Dinas KPKP DKI, BUMD, PD Dharma Jaya serta Kementerian Pertanian mengenai wacana mogok massal pedagang daging sapi. Sudin KPKP akan kembali mengecek ketersediaan daging di pasaran mulai pagi ini lagi untuk memastikan ketersediaan daging.

    Pantauan akan dilakukan tradisional di bawah PD Pasar Jaya dan lokasi binaan, yang tersebar di delapan kecamatan Jakarta Barat. "Besok, minimal satu pasar tradisional di setiap kecamatan akan kami tinjau untuk melihat ketersediaan daging," kata Iwan.

    Sebelumnya, beredar kabar bahwa para pedagang daging sapi di Jabodetabek akan mogok selama tiga hari. Kabar ini mengacu pada surat edaran Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) bernomor 08/A/DPD-APDI/I/2021.

    Rencana ini dipicu tingginya harga daging sapi di pasaran sejak awal 2021. Selama beberapa hari terakhir, harga daging sapi murni mencapai Rp 120 ribu per kilogram, padahal biasanya berkisar pada Rp 110 ribu hingga Rp 114 ribu per kilogram.

    Sedangkan harga daging sapi bagian paha belakang mencapai Rp 126 ribu selama beberapa hari terakhir. Biasanya hanrganya lebih dari Rp100 ribu per kilogram.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto