2 Hari Cari Rumah Sakit, Seorang Pasien Covid-19 di Tangerang Selatan Meninggal

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memakamkan jenazah COVID-19 non muslim di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Rabu, 2 Desember 2020. Lahan khusus untuk jenazah COVID-19 Muslim di TPU Pondok Ranggon sudah penuh. Karena itu, TPU Pondok Ranggon memutuskan hanya melayani jenazah COVID-19 Muslim dengan sistem tumpang. Sistem tumpang yang dimaksud adalah dengan menumpangkan jenazah COVID-19 ke makam jenazah anggota keluarga atau orang yang dikenal. Namun, sistem tumpang hanya bisa dilakukan atas persetujuan atau izin dari pihak keluarga. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Petugas memakamkan jenazah COVID-19 non muslim di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Rabu, 2 Desember 2020. Lahan khusus untuk jenazah COVID-19 Muslim di TPU Pondok Ranggon sudah penuh. Karena itu, TPU Pondok Ranggon memutuskan hanya melayani jenazah COVID-19 Muslim dengan sistem tumpang. Sistem tumpang yang dimaksud adalah dengan menumpangkan jenazah COVID-19 ke makam jenazah anggota keluarga atau orang yang dikenal. Namun, sistem tumpang hanya bisa dilakukan atas persetujuan atau izin dari pihak keluarga. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Seorang pasien Covid-19 di kota Tangerang Selatan dilaporkan  meninggal setelah dua hari tidak mendapatkan rumah sakit karena penuh.

    "Jadi tadi siang kami mendapatkan laporan sekitar pukul 13.00 dengan kondisi gawat darurat serta saturasi oksigen yang dialaminya cukup rendah," kata Tim Lapor Warga Lapor Covid-19 Yemiko Happy, saat dihubungi Tempo, Kamis 21 Januari 2021.

    Tim Lapor Warga langsung melakukan pencarian RS rujukan Covid-19 di wilayah Tangerang Selatan dan Jabodetabek. 

    "Sekitar 75 rumah sakit kita blasting melalui WhatsApp dan sms, setelah kita melakukan blasting tersebut kita mendapatkan kabar bahwa pasien itu telah meninggal di salah satu puskesmas di wilayah Tangsel," ujarnya.

    Dari informasi yang didapat Yemiko, pasien meninggal itu telah berusia lanjut. 

    Untuk menghindari kasus pasien meninggal karena tak bisa memperoleh tempat tidur di rumah sakit, Tim Lapor Warga telah merekomendasikan kepada pemerintah terkait pembenahan dan penambahan sarana dan prasarana.

    "Kami juga sudah komunikasi ke dinas kesehatan Tangsel terkait hal ini, tapi seluruh rumah sakit di Tangsel penuh, jauh sebelum ini juga kita sudah berkomunikasi dengan Kementerian Kesehatan tetapi realitanya di lapangan tidak ada penambahan apapun," ujarnya.

    Baca juga: RS Rujukan Covid-19 Kolaps, Epidemiolog Ingatkan Risiko Lonjakan Kematian

    Yemiko kecewa karena kenyataan di lapangan tidak seperti apa yang digembar-gemborkan pemerintah dalam penambahan fasilitas tempat tidur dan ruangan untuk pasien Covid-19.

    MUHAMMAD KURNIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.