Pusat Harus Perkuat RS Covid-19 Daerah, Epidemiolog: Jangan Semua Rujuk ke DKI

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Epidemiolog Pandu Riono. fkm.ui.ac.id

    Epidemiolog Pandu Riono. fkm.ui.ac.id

    TEMPO.CO, Jakarta -Epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono berujar, pemerintah pusat seharusnya membantu daerah-daerah memperkuat fasilitas kesehatan penanganan Covid-19.

    Tujuannya agar antar pemerintah daerah, seperti Jabodetabek, dapat saling gotong-royong merawat pasien lintas daerah.

    Baca juga: Epidemiolog Sarankan Anies Terapkan Cek Poin di Perbatasan Saat PSBB

    "Kalau Jakarta penuh bisa ke Bekasi, jangan semuanya dirujuk ke Jakarta, kasian," kata dia saat dihubungi, Jumat, 29 Januari 2021.

    Menurut Pandu Riono, saat ini pemerintah pusat tak membantu penguatan rumah sakit di luar Jakarta. Sementara itu, 24 persen pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit rujukan Jakarta berasal dari Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek).

    Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat 63 persen pasien merupakan warga Ibu Kota. Itu artinya, seperempat ICU dan tempat tidur isolasi di rumah sakit rujukan diisi oleh warga Bodetabek. Data ini tercatat per 17 Januari 2021 dengan total 8.890 ICU dan tempat tidur.

    Pandu menyatakan, kondisi pandemi Covid-19 Jakarta juga dipengaruhi daerah sekitarnya di Bodetabek.

    "Semuanya berdampak langsung ke Jakarta. Kalau lihat hanya Jakarta, seakan-akan Jakarta tidak pernah turun," demikian epidemiolog Pandu Riono.

    LANI DIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Perlu Diketahui Tentang Kemenangan Indonesia di Thomas Cup 2020

    Kemengan Jonatan Christie di Thomas Cup 2020 menandai kemenangan Tim Merah Putih. Sejumlah catatan ditorehkan oleh regu yang menang atas Cina ini.