Ridwan Kamil ke Karawang Sebut Kasus Covid-19 Tinggi Efek Klaster Industri dan..

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Ridwan Kamil saat meninjau ruang penyimpanan kontainer pendingin vaksin Covid-19 Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat di kawasan pergudangan Biz Park, Bandung, Rabu, 6 Januari 2021. PT Biofarma telah mendistribusikan vaksin Covid-19 untuk wilayah Jawa Barat. TEMPO/Prima Mulia

    Gubernur Ridwan Kamil saat meninjau ruang penyimpanan kontainer pendingin vaksin Covid-19 Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat di kawasan pergudangan Biz Park, Bandung, Rabu, 6 Januari 2021. PT Biofarma telah mendistribusikan vaksin Covid-19 untuk wilayah Jawa Barat. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Karwang -Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta Pemerintah Kabupaten Karawang mengevaluasi beberapa hal terkait dengan penanganan kasus Covid-19.

    "Ada beberapa hal yang harus dievaluasi terkait penanganan COVID-19 di Karawang," kata gubernur saat melakukan kunjungan kerja ke Karawang, Jumat, 29 Januari 2021.

    Ia mengaku mengunjungi Karawang untuk mengevaluasi sejauh mana perkembangan kasus Covid-19 di daerah itu.

    Sebab dalam kurun waktu enam pekan, Karawang mengalami kenaikan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang signifikan sehingga menyandang status zona merah berturut-turut.

    Baca juga : Jembatan Penghubung Karawang-Bekasi Akan Dibangun di Bojongmangu

    "Setelah dievaluasi bersama, kenaikan kasus COVID-19 di Karawang terjadi karena lambatnya laporan soal adanya kasus terkonfirmasi positif di lingkungan industri dan kampus. Keterlambatan tersebut yang mengakibatkan proses 'tracing' tertunda," kata gubernur.

    Kang Emil juga meminta Satgas Covid-19 Karawang mengevaluasi beberapa hal. Di antaranya menaikan presentase bed dari 898 ke 1.200.

    Ridwan Kamil juga meminta Pemkab Karawang mengecek kembali apakah masih ada rumah sakit yang belum berkontribusi melayani atau merawat pasien Covid-19. Sementara itu, hingga Jumat,  jumlah kumulatif kasus COVID-19 di Karawang mencapai 9.575 kasus. Rinciannya, sebanyak 1.166 orang masih dirawat, 324 orang meninggal dunia dan 8.085 orang dinyatakan negatif atau telah sembuh.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kereta Cepat Jakarta - Bandung: Sembilan Tahun Perjalanan hingga Bengkak Biaya

    Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung jadi pembicaraan publik karena muncul cost overrun. Jokowi lantas meneken Perpres untuk mendukung proyek itu.