Banjir Sejak Minggu Malam, Genangan di Pengadegan Mulai Surut

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga menonton luapan Sungai Ciliwung yang menggenangi pemukiman di Kelurahan Pengadegan, Jakarta Selatan, Senin, 8 Februari 2021. ANTARA/Laily Rahmawaty

    Sejumlah warga menonton luapan Sungai Ciliwung yang menggenangi pemukiman di Kelurahan Pengadegan, Jakarta Selatan, Senin, 8 Februari 2021. ANTARA/Laily Rahmawaty

    TEMPO.CO, Jakarta - Banjir sejak Minggu malam di Kelurahan Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan berangsur surut pada Selasa, 9 Februari 2021. Warga Pengadegan yang terdampak banjir telah pulang dari tempat pengungsian dan membersihkan rumahnya. 

    Ada beberapa rumah yang masih tergenang setinggi 5 sentimeter di wilayah RT 08/RW 01. Rumah tersebut berada tepat di bantaran atau di pinggir Sungai Ciliwung. Sebanyak lima keluarga atau 10 jiwa masih berada di tempat pengungsian di Rusunawa Pengadegan.

    "Air perlahan surut pukul 08.00, perlahan dan pasti ketinggian di bantaran 5 sampai 30 sentimeter surutnya," kata Lurah Pengadegan Azhari di Jakarta, Selasa siang.

    Banjir di Pengadegan terjadi akibat Kali Ciliwung meluap. Sejak Minggu malam, luapan air kiriman dari hulu itu 
    menggenangi belasan rumah warga di bantaran sungai, yaitu RT 08 dan RT 011 di RW 01.

    RW 01 Kelurahan Pengadegan merupakan wilayah rawan banjir, karena berada di pinggir Kali Ciliwung. Kampung Lubang yang berada di wilayah dataran rendah dengan posisi lebih rendah dari sungai juga menjadi langganan banjir.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.