Anies Baswedan Dijadwalkan Buka Lapak JakPreuneur Sudirman Usai PSBB

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kios Jakpreneur binaan Dinas UMKM DKI di Jalan Jenderal Sudirman-M.H Thamrin, Jakarta Pusat, 12 Februari 2021. Tempo/Imam Hamdi

    Kios Jakpreneur binaan Dinas UMKM DKI di Jalan Jenderal Sudirman-M.H Thamrin, Jakarta Pusat, 12 Februari 2021. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta merealisasikan janjinya membuka lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jalan Jenderal Sudirman-M.H. Thamrin. Lapak untuk usaha mikro, kecil dan menengah yang tergabung dalam program Jakpreneur itu telah dibuka sejak 20 Januari lalu dan akan diresmikan oleh Gubernur Anies Baswedan.

    Salah satu pelaku UMKM yang mendapatkan lapak di kios Jakpreneur adalah Siti Kuraisin. Ia pemilik usaha Batik Tulis Koja. "Saya mendapatkan kios ini setelah lolos kurasi yang dilakukan Jakpreneur bersama PD Pasar Jaya akhir tahun lalu," kata Siti, 20 tahun, saat ditemui di Kios Jakpreneur di kawasan Jalan Jenderal Sudirman-M.H. Thamrin itu pada Jumat, 12 Februari 2021.

    Baca: 20 Ribu Warteg Terancam Tutup, Wagub DKI Ajak Masyarakat Beli Kuliner Nusantara

    Menurut Siti, kios Jakpreneur di kawasan pusat bisnis di Ibu Kota itu belum dibuka secara resmi. Rencananya, kata dia, Gubernur DKI Anies Baswedan membukanya secara resmi setelah penerapan pembatasan sosial berskala besar direlaksasi.

    "Awalnya kemarin mau dibuka secara resmi sama Pak Anies setelah sepekan pembukaan. Tapi pemerintah menerapkan PSBB kembali, jadi ditunda sampai masa transisi."

    Ia menuturkan telah mengikuti program pengembangan wirausaha oleh Pemerintah DKI sejak bernama Oke Oce pada pertengahan 2018. Namun, pada 2019 nama itu diubah menjadi Jakpreneur.

    Jakpreneur merupakan program pendampingan wirausaha yang dilakukan Pemerintah DKI Jakarta dengan pengembangan UMKM di Jakarta. Saat ini, kata dia, sudah ada tiga lapak Kios Jakpreneur di dekat Halte Transjakarta Tosari.

    Dua kios lainnya ada di bawah Terowongan Jalan Kendal. Lapak yang dijanjikan Gubernur DKI Anies Baswedan itu jauh berbeda dengan penampakan PKL yang biasa terlihat di pinggir jalan. Anies membangun kios bergaya minimalis dan modern.

    Kios yang disediakan pemerintah itu menawarkan kerajinan tangan hingga kuliner. Kios buka setiap hari pukul 11.00-21.00. Pada akhir pekan buka lebih awal pukul 07.00. "Satu kios diisi dua sampai tiga pelaku UMKM."

    UMKM yang juga mendapatkan lapak di kios Jakpreneur adalah Alyta Siti Indahati, pengrajin kesenian Decoupage dari Francis. Decopage merupakan seni menghias sebuah benda dengan cara menempelkan potongan-potongan kertas berwarna atau bergambar pada permukaannya yang dipadukan dengan efek cat khusus, daun emas atau unsur-unsur dekoratif lainnya.

    "Saya sudah menekuni kerajinan tangan ini sejak 2107 dan bergabung dengan Jakpreneur setelah lulus SMA 2018 lalu," ujarnya. Akhir tahun kemarin kerajinan tangannya lolos kurasi, sehingga bisa mendapatkan kios yang akan direamikan Anies Baswedan itu.
     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.