Setelah Revitalisasi Trotoar Kemang, Kini Giliran Kawasan Kebayoran

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pejalan kaki saat melintas di trotoar Kemang, Jakarta, Ahad, 26 Januari 2020. Usai direvitalisasi, trotoar Kemang kini lebih lebar dan nyaman untuk pejalan kaki yang melintas di jalur pedestrian tersebut. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Pejalan kaki saat melintas di trotoar Kemang, Jakarta, Ahad, 26 Januari 2020. Usai direvitalisasi, trotoar Kemang kini lebih lebar dan nyaman untuk pejalan kaki yang melintas di jalur pedestrian tersebut. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melaksanakan revitalisasi trotoar di kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan. Kepala Dinas Bina Marga DKI Hari Nugroho mengatakan, revitalisasi dilakukan sepanjang 4-5 kilometer.

    "Rencananya memang sekitar bulan Mei. Sekarang sedang dirapikan kaitannya dengan kondisi jaringan utilitasnya," kata dia saat dihubungi, Kamis, 25 Februari 2021.

    Revitalisasi trotoar akan berlangsung di jalan Senopati, Suryo, Wolter Monginsidi, Trunojoyo, dan Gunawarman. Menurut Hari, waktu pengerjaannya ditargetkan mulai Mei sampai Desember 2021.

    Ada lima tujuan revitalisasi trotoar di kawasan Kebayoran Baru itu. 

    ADVERTISEMENT

    1. Mendukung kawasan transit oriented development (TOD) Stasiun MRT Senayan dan Stasiun ASEAN.

    2. Mendukung mobilitas 15-minute city untuk ragam kelas ekonomi sosial, seperti pedagang sayur keliling, pedagang gerobak, starling, warung, dan lainnya.

    3. Mendorong pengguna kendaraan pribadi beralih ke transportasi publik atau sepeda.

    4. Mendorong pergerakan jangka pendek dengan kendaraan tidak bermotor.

    5. Menata saluran utilitas kabel udara menjadi bawah tanah.

    "Tahun ini revitalisasi besar di kawasan Kebayoran saja. Ada juga spot-spot kecil, tapi yang besarnya di situ," kata Hari.

    Sebelumnya, pemerintah DKI telah merevitalisasi trotoar di kawasan Cikini-Kramat, Jakarta Pusat dan Kemang, Jakarta Selatan. Waktu itu revitalisasi dikritik karena mempersempit jalan, sehingga menimbulkan kemacetan.

    Baca juga: APBD Anjlok, Revitalisasi Trotoar di DKI Cuma 10 Kilometer

    Kepala Dinas Bina Marga DKI mengatakan macet adalah dampak yang biasa jika sedang ada pengerjaan infrastruktur publik, termasuk proyek revitalisasi trotoar ini. "Tapi kan nanti ada rekayasa lalu lintas. Setelah 2-3 bulan kan orang melihat senangnya," ujar dia.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.