Pasien Covid-19 DKI Jakarta Bertambah 1.239 Orang

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menyusun hasil swab antigen pengungsi  di Masjid Universitas Borobudur, Jakarta, Ahad, 21 Februari 2021. Swab antigen dilakukan guna mengantisipasi penyebaran COVID-19 di lokasi pengungsian. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas menyusun hasil swab antigen pengungsi di Masjid Universitas Borobudur, Jakarta, Ahad, 21 Februari 2021. Swab antigen dilakukan guna mengantisipasi penyebaran COVID-19 di lokasi pengungsian. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta mencatat penambahan kasus Covid-19 hari ini sebanyak 1.239. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia menyampaikan jumlah itu diperoleh setelah dilakukan tes swab PCR terhadap 12.804 spesimen.

    "Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 9.603 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 1.239 positif dan 8.364 negatif," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 8 April 2021.

    Sementara itu, 4.306 orang dites swab antigen. Hasilnya didapati 96 orang positif dan 4.210 negatif.

    Kasus Covid-19 DKI Jakarta secara total kini mencapai 389.577. Rinciannya, 6.897 orang masih dirawat atau menjalani isolasi, 6.410 meninggal, dan 376.270 sembuh.

    Persentase kematian tercatat 1,6 persen dan kesembuhan 96,6 persen. Kemudian persentase pasien positif atau positivity rate dalam sepekan terakhir mencapai 10 persen.

    "Sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,2 persen," ucap dia.

    Padahal, World Health Organization (WHO) mematok standar agar positivity rate Covid-19 tak lebih dari lima persen.

    Baca: Update Covid-19 Per 8 April: Kasus Positif Bertambah 5.504, Meninggal 163 Orang


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.