Larangan Mudik Berakhir, Stasiun Pasar Senen Ramai Calon Penumpang

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Stasiun Pasar Senen saat arus balik Lebaran, di Jakarta, Senin, 17 Mei 2021. TEMPO/Subekti

    Suasana Stasiun Pasar Senen saat arus balik Lebaran, di Jakarta, Senin, 17 Mei 2021. TEMPO/Subekti

    Jakarta - Stasiun Pasar Senen mulai kembali dipadati calon penumpang larangan mudik yang ditetapkan pemerintah telah berakhir Senin, 17 Mei lalu. Sejak pagi, calon penumpang  tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur terlihat memenuhi ruang tunggu, antrean tes Genose, hingga area keberangkatan.

     

    Novianti, salah satu calon penumpang tujuan Solo mengaku  sengaja memilih mudik setelah larangan berakhir. Ia sudah membeli tiket keberangkatannya hari ini sejak larangan belum diberlakukan. "Sejak awal memang sudah rencana pulang setelah larangan saja," kata perempuan 29 tahun ini di Stasiun Pasar Senen.

     

    Selain Novi, Himawan juga baru akan memboyong istri dan dua anaknya ke Surabaya hari ini. "Awalnya justru sudah pasrah tidak mudik, tapi dua hari lalu mengecek tiket masih ada, akhirnya beli," ujarnya.

     

    Selama larangan mudik diberlakukan pada 6-17 Mei 2021, izin perjalanan ke luar kota hanya bisa dilakukan bagi mereka yang memiliki kebutuhan mendesak dengan sejumlah syarat. Pada masa larangan itu, PT Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta mengikuti aturan itu.

     

    Setiap pelaku perjalanan wajib melampirkan surat izin dinas/perjalanan dari perusahaan, atau surat izin perjalanan dari kepala desa/lurah setempat dengan alasan mendesak atau SIKM (Surat Izin Keluar Masuk) Jakarta sesuai keperluannya. Namun, mulai Selasa, 18 Mei, calon penumpang tak lagi perlu melampirkan surat-surat izin itu.

     

    Di luar masa larangan mudik, calon penumpang hanya perlu melampirkan surat keterangan tes PCT atau Antigen atau Genose negatif. "Maksimal 1 hari sebelumnya," ujar Eva Chairunisa, Kepala Humas Daop 1 Jakarta.

    Baca: Pemudik Padati Terminal Kalideres Jakarta Barat


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM, Polda Metro Jaya Tutup 10 Ruas Jalan Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

    Polisi menutup 10 ruas jalan di sejumlah kawasan DKI Jakarta. Penutupan dilakukan akibat banyak pelanggaran protokol kesehatan saat PPKM berlangsung.