Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka, Vaksinasi Covid-19 Guru di Kota Bogor Digenjot

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada guru di SMP 11, Depok, Rabu 20 Mei 2021. Sebanyak 2.000 guru di wilayah Depok divaksinasi dalam rangka persiapan kegiatan pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran baru Juli mendatang. TEMPO/Subekti.

    Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada guru di SMP 11, Depok, Rabu 20 Mei 2021. Sebanyak 2.000 guru di wilayah Depok divaksinasi dalam rangka persiapan kegiatan pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran baru Juli mendatang. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Bogor - Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno mengatakan hampir semua guru di wilayahnya sudah melakukan vaksinasi Covid-19. Program vaksinasi terhadap guru segera rampung bersamaan dengan dimulainya Pembelajaraan Tatap Muka di sekolah.

    Retno mengatakan sudah ada 12.088 guru dan dosen di Kota Bogor yang menerima vaksin Covid-19, dari target 13.425 orang. Artinya, sudah 90 persen guru dan tenaga pendidik yang divaksinasi.

    Untuk tenaga pendukung di sektor pendidikan ada 6.051 orang, dan yang sudah divaksinasi 3.642 orang atau setara 60 persen. “Sebetulnya target selesainya pada Mei kemarin, sebelum uji coba PTM. Tapi banyak yang tidak hadir karena misinformasi,” kata Retno di Bogor, Selasa 1 Juni 2021.

    Uji coba Pembelajaran Tatap Muka di sekolah sudah dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kota Bogor pada Senin 31 Mei 2021. Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Hanafi menyebut jumlah sekolah yang mengajukan PTM ada 73 sekolah, terbagi SMP dan SD.

    “Namun untuk SD masih dalam validasi dan verifikasi Satgas Covid-19, jadi awal kita uji coba untuk SMP dulu,” kata Hanafi.

    Hanafi mengatakan izin sekolah tatap muka di Kota Bogor baru diberikan kepada 37 SMP, yaitu 20 SMP Negeri dan 17 SMP Swasta. Meski ke 37 sekolah tersebut diberikan izin PTM, pelaksanaannya tetap diatur oleh Disdik. Setiap hari ada sembilan sekolah bergiliran menlakukan PTM.

    “Untuk memudahkan pengawasan dan meminimalisir penyebaran dan penularan Covid-19, maka kami gilir dalam uji coba ini,” kata Hanafi.

    Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan uji coba PTM serentak sangat berisiko sehingga pilihan PTM bergilir menjadi opsi pelaksanaan secara teknis di awal. Bima menyebut uji coba PTM sebagai ajang perkenalan masa pendidikan di sekolah, sambil ke depan dievaluasi untuk PTM selanjutnya.

    “Dilihat infrastruktur prokesnya sudah memadai, tapi kita pelajari kelemahannya di mana dan apa saja untuk diperbaiki nantinya,” kata Bima Arya.

    M.A MURTADHO

    Baca juga: Usai Lockdown Mikro, Mulai Besok Warga Cilangkap Vaksinasi Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.