Uji Coba Sekolah Tatap Muka, DKI: Evaluasi Tahap Pertama Hasilnya Baik

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memasang spanduk informasi protokol kesehatan COVID-19 di SDN Petojo Utara 05, Jakarta, Sabtu, 5 Juni 2021. Pemprov DKI Jakarta mengundur waktu pelaksanaan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tahap II menjadi 9 Juni 2021 dikarenakan sebanyak 300 sekolah masih menjalani tahapan asesmen. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    Petugas memasang spanduk informasi protokol kesehatan COVID-19 di SDN Petojo Utara 05, Jakarta, Sabtu, 5 Juni 2021. Pemprov DKI Jakarta mengundur waktu pelaksanaan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tahap II menjadi 9 Juni 2021 dikarenakan sebanyak 300 sekolah masih menjalani tahapan asesmen. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melanjutkan pilot project sekolah tatap muka di 226 sekolah mulai hari ini, Rabu, 9 Juni 2021. Sebelumnya piloting belajar tatap muka pertama sudah digelar pada 7-29 April.

    Kepala Sub Bagian Humas Kerja Sama Antar-Lembaga Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja Gah mengatakan, pilot project sekolah tatap muka dilanjutkan di lebih banyak sekolah karena hasil evaluasi piloting pertama baik. Artinya tidak ada kasus penularan di sekolah.  

    "Antusiasme juga tinggi dari pihak sekolah, guru dan siswa," kata Taga saat dikonfirmasi, Rabu, 9 Juni 2021.

    Taga menuturkan, dalam pelaksanaan uji coba, pihaknya juga memastikan semua guru yang terlibat mengajar langsung di sekolah sudah divaksin lengkap. Termasuk petugas sekolah lainnya. 

    Bila pelaksanaan uji coba sekolah tatap muka ini berhasil, rencananya Pemprov DKI kembali menggelar pembelajaran kenormalan baru pada 15 Juli 2021 sesuai arahan Presiden Jokowi. "Tetapi tetap dengan protokol kesehatan yang ketat," ujarnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dari Alpha sampai Lambda, Sebaran Varian Delta dan Berbagai Varian Covid-19

    WHO bersama CDC telah menetapkan label baru untuk berbagai varian Covid-19 yang tersebar di dunia. Tentu saja, Varian Delta ada dalam pelabelan itu.