Rusuh Ormas di Depan Polres Bekasi, Polisi: Karena Salah Paham

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bentrokan. shutterstock

    Ilustrasi bentrokan. shutterstock

    TEMPO.CO, Bekasi - Dua kelompok massa dari dua organisasi masyarakat atau ormas rusuh di depan Markas Polres Metro Bekasi Kota pada Rabu dini hari, 9 Juni 2021. Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa berjumlah ratusan orang ini.

    "Ada kesalahpahaman, sudah dimediasi, sudah damai lagi," kata juru bicara Polres Metro Bekasi Kota, Komisaris Erna Ruswing Andari ketika dihubungi hari ini.

    Kedua kelompok massa terdiri dari ormas Pemuda Batak Bersatu (PBB) dan Gerakan Muslim Penyelamat Aqidah (Gempa). Erna tak menyebut persoalan yang menyebabkan kedua kelompok ini bertikai di depan markas polisi. Informasi yang beredar, mulanya masalah utang piutang.

    "Awal mulanya di wilayah Rawalumbu," kata Erna.

    Permasalahan lalu berlanjut. Kedua belah pihak mendatangi markas Polres Metro Bekasi sambil diikuti massa ormasnya masing-masing pada malam harinya. Dalam video yang beredar, satu orang tampak terluka di kepala. Darah mengalir dan segera dibawa ke rumah sakit.

    Erna membantah terjadi bentrokan kedua belah pihak pada malam itu. Menurut dia, persoalan keduanya telah selesai, dimediasi oleh polisi. "Bukan bentrok, tidak ada bentrok," kata Erna.

    Menjelang tengah malam, ketika polisi meminta bubar situasi memanas. Massa tampak melempari benda ke arah polisi. Walhasil, beberapa kali tembakan gas air mata diletupkan petugas untuk membubarkan massa di depan Markas Polres Bekasi itu.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.