Keterisian ICU RS Kabupaten Bogor Melorot, Ade Yasin Singgung Efek PPKM

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pascaviral video penelentaran pasien Covid dan Ibu Hamil, Bupati Bogor langsung Sidak dan Introgasi Kepala dan Staff Puskesmas Situ Udik, Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Sabtu, 10 Juli 2021. dok. Diskominfo

    Pascaviral video penelentaran pasien Covid dan Ibu Hamil, Bupati Bogor langsung Sidak dan Introgasi Kepala dan Staff Puskesmas Situ Udik, Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Sabtu, 10 Juli 2021. dok. Diskominfo

    TEMPO.CO, Bogor -Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang diungkapkan Bupati Bogor Ade Yasin, mencatat angka keterisian ruang intensif atau ICU terus mengalami penurunan.

    "BOR (Bed Occupancy Ratio) ICU 70 persen, data hari ini turun terus setiap harinya meski tidak terlalu signifikan," kata Ade Yasin selaku Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor di Cibinong, Bogor, Minggu, 1 Agustus 2021.

    Menurutnya, angka keterisian tempat tidur ICU itu mengalami penurunan jika dibandingkan dengan sepekan terakhir yang masih di atas 88 persen dari total ketersediaan 157 tempat tidur (TT) ICU khusus pasien Covid-19.

    Ade Yasin juga mencatat ada penurunan pada jumlah keterisian tempat tidur rumah sakit (RS) khusus pasien Covid-19, yakni menjadi 61,49 persen.

    Pasalnya, pada pekan lalu keterisian tempat tidur RS khusus pasien Covid-19 masih di atas angka 77,51 persen dari total ketersediaan 1.971 tempat tidur.

    Ia menyebutkan bahwa penurunan tingkat keterisian tempat tidur juga terjadi di dua pusat isolasi pasien COVID-19 milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

    Seperti di Cibogo pada pekan lalu terisi empat tempat tidur dari total 60 tempat tidur, kini nihil alias tak terisi. Kemudian di Kemang pada pekan lalu terisi 37 tempat tidur dari total 84 tempat tidur, kini terisi 27 tempat tidur.

    Ia berharap, kondisi penanganan COVID-19 di Kabupaten Bogor terus membaik, sehingga pemerintah bisa melakukan sejumlah pelonggaran pada peraturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

    Pasalnya, ia menyadari bahwa ketatnya peraturan PPKM akan mempengaruhi kondisi perekonomian daerah karena serba terbatasnya mobilitas masyarakat

    "Adanya kebijakan pembatasan sosial berskala besar dan pembatasan kegiatan masyarakat, berdampak pada turunnya aktivitas produksi barang dan jasa terutama yang bertumpu pada sektor ekonomi sekunder dan tersier," ujar Ade Yasin lagi.

    Baca juga : Anies: Pemprov DKI Pakai JaKi Buat Lacak Status Vaksin Sebelum Usaha Boleh Buka
    #Jagajarak
    #Cucitangan
    #Pakaimasker
    ANTARA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.