Pemprov DKI Kebut Bangun Trotoar Seluas 41.000 Meter Persegi, Ini Lokasinya

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara sepeda motor melintas di trotoar saat penyekatan di Jalan Kramat Raya, Jakarta, Ahad, 4 Juli 2021. Para pengendara motor tersebut menggunakan ruas trotoar untuk melewati penyekatan yang ada di wilayah tersebut. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Pengendara sepeda motor melintas di trotoar saat penyekatan di Jalan Kramat Raya, Jakarta, Ahad, 4 Juli 2021. Para pengendara motor tersebut menggunakan ruas trotoar untuk melewati penyekatan yang ada di wilayah tersebut. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.Co, Jakarta- Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta melakukan penataan trotoar di beberapa wilayah 5 Kota Admisnistrasi Jakarta sampai akhir tahun 2021.

    “Hingga saat ini, pekerjaan tersebut masih dalam tahap proses pelaksanaan. Mari kita dukung bersama pelaksanaan penataan trotoar untuk Jakata ramah pejalan kaki,” tulis akun instagram Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan @aniesbaswedan, pada, Rabu, 15 September 2021.

    Dalam penataan trotoar di Jakarta, selama tahun 2018-2020 telah dibangun seluas 760.305 m².

    “Di tahun 2021, trotoar yang akan dibangun seluas kurang lebih 41.000 m²,” tulis postingan pada akun @aniesbaswedan.

    Dalam postingan tersebut, terdapat beberapa revitalisasi 10 ruas jalan untuk pejalan kaki, adapun rinciannya adalah :

    1. Kawasan kebayoran Baru

    - Jl. Senopati (32,35 persen)

    - Jl. Suryo (32,35 persen)

    - Jl. Wolter Monginsidi (45,30 persen)

    2. Jl. Duri Kosambi Raya (21,40 persen)

    3. Jl. Tebert Raya lanjutan (32,685 persen)

    4. Jl. Raden Saleh (16,39 persen)

    5. Kawasan Sentra Primer Barat

    -Jl. Puri Wangi (15,65 persen)

    - Jl. Pesanggrahan (8,62 persen)

    6. Jl. Layur (65,51 persen)

    7. Kawasan Taman Segitiga

    - Jl. Gorontalo Raya, Jl Gadang dan Jl. Gorontalo II (6,81 persen)

    Lebih lanjut postingan Pemprov DKI tersebut juga menampilkan beberapa trotoar pejalan kaki yang prosentasenya hampir 100 persen rampung. Yakni di Jakarta Selatan, di Jalan Senopati dan Jalan Wolter Monginsidi.

    EGHA MAHDAVICKIA | DA
    Baca juga : Kisruh Biaya Komitmen Formula E, Wagub DKI: Tak Harus Dilunasi Tahun Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.