Siap Diperiksa, Luhut Akan Bawa Dokumen hingga Video untuk Barang Bukti

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luhut Binsar Pandjaitan ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sejak Joko Widodo mulai menjabat di periode ke II sebagai Presiden Indonesia pada Oktober 2019 lalu. Kementerian ini berubah nomenklatur setelah sebelumnya bernama Kementerian Kordinator Bidang Kemaritiman. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

    Luhut Binsar Pandjaitan ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sejak Joko Widodo mulai menjabat di periode ke II sebagai Presiden Indonesia pada Oktober 2019 lalu. Kementerian ini berubah nomenklatur setelah sebelumnya bernama Kementerian Kordinator Bidang Kemaritiman. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kuasa hukum Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Juniver Girsang mengatakan, kliennya sudah siap menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Pemeriksaan ini akan dijalani Luhut sebagai pelapor dalam kasus dugaan pencemaran nama baik dengan terlapor Direktur Lokataru Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti. 

    Juniver menerangkan, pihaknya akan membawa barang bukti dalam pemeriksaan nanti, termasuk salah satunya rekaman video Haris dan Fatia. 

    "Ada juga beberapa dokumen yang mendukung terhadap laporan kami," kata Juniver saat dikonfirmasi, Senin, 27 September 2021. 

    Juniver mengatakan pihaknya juga telah mendapatkan surat panggilan dari kepolisian. Namun, ia belum dapat memastikan kapan dapat memenuhi panggilan tersebut karena masih mencocokannya dengan jadwal Luhut. 

    "Jadi kami akan mengatur, waktu bisa Senin, Selasa, kami lihat jadwalnya," ujar Juniver. Namun, Juniver kemarin mengatakan Luhut akan datang sendiri ke Polda pada pagi ini.

    Sebelumnya, Luhut melaporkan Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti ke Polda Metro Jaya atas tudingan fitnah dan pencemaran nama baik. Laporan itu diterima penyidik dengan nomor STTLP/B/4702/IX/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 22 September 2021.

    "Sudah dua kali (somasi), dia tidak mau minta maaf. Sekarang kami ambil jalur hukum dan saya pidanakan dan perdatakan," kata Luhut di Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu. 

    Luhut menyebut Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti telah mencemarkan nama baiknya, bahkan memberikan dampak buruk kepada nama baik keluarganya. Selain melaporkan tindak pidana, Luhut juga mengajukan gugatan perdata kepada keduanya sebesar Rp 100 miliar. 

    Laporan dibuat setelah Luhut merasa tak puas atas jawaban Haris dan Fatia dalam dua kali somasi. Dugaan tindak pidana disebut terdapat dalam video berjudul Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN Juga Ada!! di akun Youtube Haris Azhar.

    Dalam video wawancara bersama koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti, Haris membahas hasil riset sejumlah organisasi, seperti KontraS, Walhi, Jatam, YLBHI, Pusaka tentang bisnis para pejabat atau purnawirawan TNI AD di balik bisnis tambang emas atau rencana eksploitasi daerah Blok Wabu di Intan Jaya, Papua.

    Fatia menyebutkan bahwa ada sejumlah perusahaan yang bermain tambang di kawasan tersebut. Salah satunya PT Tobacom Del Mandiri, anak usaha Toba Sejahtera Group yang sahamnya dimiliki Luhut.

    Haris Azhar mengatakan data-data soal Luhut perihal dugaan tambang di Papua, bukan hal baru. "Laporannya sudah dipublikasi di website Jatam, KontraS, Walhi, dan lain-lain. Laporan mereka ada sumber datanya," kata Haris saat dihubungi Tempo, Ahad, 29 Agustus 2021.

    M JULNIS FIRMANSYAH 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro - Kontra Syarat Tes PCR Covid-19 untuk Penerbangan Jawa - Bali

    Syarat terbaru naik transportasi udara antara lain wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR. Kebijakan ini dinilai menyulitkan tak hanya penumpang.