185 Ribu Dosis Vaksin Covid-19 di Bekasi Akan Kedaluwarsa, Wali Kota: Dihibahkan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Petugas Kelurahan Bekasi Jaya menyiapkan stiker vaksinasi Covid-19 untuk ditempel pada kaca rumah warga di Jl Ir H Juanda RT04/RW04, Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 1 Oktober 2021.  TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Petugas Kelurahan Bekasi Jaya menyiapkan stiker vaksinasi Covid-19 untuk ditempel pada kaca rumah warga di Jl Ir H Juanda RT04/RW04, Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 1 Oktober 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Bekasi - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi berencana menghibahkan vaksin Covid-19 ke daerah lain di Jawa Barat untuk mengantisipasi vaksin kedaluwarsa. Sebab, partisipasi masyarakat dalam vaksinasi di wilayahnya mulai menurun.

    "Hampir 185 ribu, kurang lebih. Jenisnya ada beberapa. Ada Sinovac, Pfizer, AstraZeneca maupun Moderna," kata Rahmat Effendi di Bekasi, Senin, 11 Oktober 2021.

    Rahmat menuturkan, ratusan ribu dosis vaksin Covid-19 tersebut akan kedaluwarsa pada November mendatang. Dia telah lapor ke Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, supaya vaksin yang ada di Kota Bekasi dialihkan ke daerah lain.

    "Kita akan limpahkan melalui pak Gubernur ke kabupaten-kota yang butuh, yang merasa kesulitan," ucap Rahmat Effendi.

    Rahmat menuturkan, partisipasi masyarakat datang ke gerai vaksinasi sudah menurun. Sebab, capaian vaksinasi di wilayahnya berdasarkan nomor induk kependudukan telah mencapai 75 persen. Untuk mengejar yang belum divaksin, pemerintah kota Bekasi memberikan layanan door to door.

    "Vaksinnya banyak kita dapat, terus sementara yang mau kita vaksin sudah susah sekarang, sudah door to door," kata Rahmat Effendi.

    Berdasarkan catatan, jumlah warga Kota Bekasi yang wajib vaksin mencapai 2 juta lebih. Artinya, masih ada 500 ribu warga yang belum mendapatkan vaksin.

    Pemerintah Kota Bekasi terus memotivasi masyarakat yang belum menerima vaksin Covid-19 supaya segera divaksinasi. "Yang menolak divaksin masih ada, makanya sekarang ini door to door. Pasang stiker yang sudah dan belum divaksin," kata dia.

    ADI WARSONO

    Baca juga: Warga Keberatan Pembangunan Crossing Tol di Kalimalang Bekasi, Kenapa?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Hakim MK Terbelah dalam Putusan Uji Materil UU Cipta Kerja

    Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.