Saat Sandiaga Uno Tantang Dirut PTPN VIII Kembangkan Ekowisata di Puncak

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno saat menghadiri acara peletakan batu pertama Eiger Adventure Land (EAL) di Megamendung, Kabupaten Bogor. Ahad, 17 Oktober 2021. TEMPO/M.A MURTADHO

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno saat menghadiri acara peletakan batu pertama Eiger Adventure Land (EAL) di Megamendung, Kabupaten Bogor. Ahad, 17 Oktober 2021. TEMPO/M.A MURTADHO

    TEMPO.CO, Bogor - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menantang Direktur Utara PT Perkebunan Nusantara atau PTPN VIII mengembangkan ekowisata berbasis alam terbuka dan budaya. Pengembangan ini, kata Sandi, juga harus tetap memperhatikan aspek lingkungan dan keberlangsungannya.

    "Dengan adanya destinasi wisata baru, tentu sektor UMKM juga akan tumbuh. Saya berharap kolaborasi ini ke depannya, akan menggenjot perekonomian kita dan tentu pendapatan untuk daerah dan negara," kata Sandiaga di Gunung Mas, Puncak, Bogor. Ahad malam, 17 Oktober 2021.

    Meski kini Puncak tidak lagi menjadi destinasi wisata nasional, Sandiaga mengatakan hal itu tidak akan mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke area wisata pegunungan teh di wilayah Kabupaten Bogor bagian selatan itu. Sebab, menurut Sandi, Puncak memiliki magnet tersendiri untuk menarik wisatawan baik lokal atau pun luar negeri.

    "Termasuk saya, sejak tahun 80-an saya sejak SMP kalau akhir pekan pasti ke Puncak. Hanya untuk berwisata dan menghirup udara segar, kemudian ngopi-ngopi atau ngebandrek. Itu yang menjadi daya tarik utama di sini, sehingga saya berharap ini akan terus berkembang," kata Sandiaga yang diamini para pelaku UMKM rekanan PT. Gunung Mas, anak usaha PTPN VIII.

    Direktur Utama PTPN VIII, Muhammad Judayat mengatakan pengembangan bisnis PTPN ke sektor ekoturisme ialah untuk memanfaatkan aset perusahaan untuk menunjang dan meningkatkan bisnis utama yakni di sektor perkebunan. Artinya, Judayat menyebut pengembangan usaha ekowisata itu tidak akan bertabrakan dengan bisnis utama PTPN.

    "Konsepnya tentu kita akan mengikuti seperti yang diarahkan oleh Pak Menteri, tetap menjaga dan melestarikan lingkungan. Pun untuk pembangunan penunjang, mungkin hanya sepuluh persen dari total luasan lahan yang kami miliki. Terpenting UMKM kita maju bersama," kata Judayat.

    Baca juga: Pemprov Jabar Bakal Hidupkan Lagi Kawasan Wisata Rindu Alam

    M.A MURTADHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Hakim MK Terbelah dalam Putusan Uji Materil UU Cipta Kerja

    Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.