Wagub DKI Sebut Mengendarai Bus Transjakarta Bukan Pekerjaan Mudah

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat malam, 26 November 2021. TEMPO/Lani Diana

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat malam, 26 November 2021. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta -  Wakil Gubernur atau Wagub DKI Ahmad Riza Patria mengatakan menjadi pengemudi bus Transjakarta bukan pekerjaan yang mudah. Diperlukan konsentrasi, ketelitian, dan kewaspadaan tinggi.

    "Mengendarai bus Transjakarta itu ya rutenya lurus, kiri kanan ada pembatas, itu membutuhkan konsentrasi yang tinggi. Jadi, jangan dikira mengendarai bus itu pekerjaan yang mudah," kata Riza di Balai Kota, Jakarta, Senin, 6 Desember 2021.

    Wagub DKI mengaku prihatin dengan rentetan kecelakaan yang terjadi pada bus Transjakarta.

    Terakhir adalah kecelakaan di daerah Puri Beta 2 Ciledug, Kota Tangerang, Banten.

    Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono menyampaikan bahwa kecelakaan TransJakarta di Puri Beta itu terjadi karena pengemudi lupa menarik rem tangan sehingga bus berjalan sendiri dan menabrak pagar lahan kosong.

    Atas insiden itu, bus TransJakarta Rute 13A Puri Beta - Blok M mengalami kerusakan kaca bagian depan retak, bemper bagian depan pecah dan ringsek.

    Sopir tersebut berupaya mengejar bus yang melaju. Akan tetapi, sudah terlambat sehingga bus menabrak gundukan tanah dan tembok.

    Dinas Perhubungan DKI mencatat terjadi 275 kecelakaan Transjakarta selama 2021. Sebanyak 20 persen di antaranya terjadi karena kelalaian pengemudi.

    Untuk itu Dishub tengah mengevaluasi waktu istirahat untuk para pengemudi Transjakarta. Pengawasan juga dilakukan di pool bus, untuk memastikan para pengemudi mendapat tempat istirahat yang layak.

    Baca juga: Dinas Perhubungan DKI Catat 275 Kecelakaan Transjakarta di 2021


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.