Polisi tidak Akan Proses Hukum Petugas PPSU yang Berbohong Jadi Korban Begal

Kapolsek Sawah Besar Kompol Maulana Mukarom (dua dari kiri) memamerkan bukti kebohongan Ray Prama Abdullah (tengah), petugas PPSU yang mengaku dibegal, di Polsek Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat, 29 April 2022 [Tempo/Eka Yudha Saputra]

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Sektor Sawah Besar tidak akan melanjutkan proses hukum terhadap Ray Prama Abdullah, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang berbohong menjadi korban begal, karena pertimbangan pelaku sebagai tulang punggung keluarga, kata Kapolsek Sawah Besar Komisaris Maulana Mukarom pada Jumat, 29 April 2021.

Maulana mengatakan pertimbangan ini didasarkan pada asas ultimum remedium, di mana penyidik Polsek Sawah Besar menilai perkara ini tidak akan dilanjutkan atas dasar kemanusiaan karena yang bersangkutan adalah tulang punggung keluarga dan memiliki anak balita.

“Kami mempertimbangkan tidak menempuh jalur hukum karena keluarga masih membutuhkan peran seorang ayah,” kata Maulana di kantornya.

Selain itu, Maulana mempertimbangkan pelaku tidak menyebarkan hoaks itu ke publik secara langsung dan hanya mengaku dibegal kepada sang istri.

“Perkara ini termasuk Pasal 220 KUHP tentang Laporan Palsu, yang berbunyi barang siapa memberitahukan kegiatan pidana padahal tidak mengetahui terancam penjara 1 tahun 4 bulan,” kata dia.

Sementara itu, untuk kasus judi online yang dilakukan Ray, Polsek Sawah Besar saat ini masih mendalaminya. Namun, Polsek Sawah Besar memutuskan tidak melanjutkan perkara dan status Ray sebagai saksi yang dikembalikan ke keluarga.

Sebelum diketahui hoaks, Kapolsek Sawah Besar sempat memberikan bantuan uang sebagai bentuk empati kepada Ray, bahkan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, menjanjikan akan mengganti uang THR-nya.

Dalam kesempatan yang sama Ray mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulangi pelanggaran hukum lainnya. Di depan awak media, petugas PPSU itu menangis ketika meminta maaf kepada masyarakat dan awak media karena mengaku menjadi korban begal.

“Saya meminta maaf atas kegaduhan ini. Saya meminta maaf kepada istri dan anak saya karena kesalahan saya main judi slot. Saya juga minta maaf kepada media yang disalahkan karena pemberitaan tersebut,” kata Ray.

Ia mengaku sudah dua bulan bermain judi slot. Pria berusia 27 tahun ini berinisiatif mengaku korban begal karena takut istri apabila uang THR miliknya habis dipakai bermain judi. “Posisi saya kebetulan sudah kalah dan saya takut istri,” kata dia, kemudian meminta maaf kepada istrinya yang hadir di Polsek Sawah Besar.

Sebelumnya, kasus ini beredar luas di sejumlah media sosial yang mengabarkan bahwa petugas PPSU tersebut dibegal setelah mengambil uang THR sebesar Rp 4,4 juta di depan RS Husada, Sawah Besar, Jakarta Pusat pada Rabu, 27 April 2022 sekitar pukul 05.20 WIB.

Berdasarkan kronologi, Ray Prama membuat laporan bahwa dirinya mengalami pembegalan usai mengambil THR dari Bank DKI di depan RS Husada, Sawah Besar, pada Rabu, 27 April 2022.

Menurut keterangan Ray, uang sebesar Rp4,4 juta tersebut akan digunakan sebagai persiapan kebutuhan Idul Fitri. Namun, ketika sedang bekerja atau menyapu di wilayah tersebut, korban disergap oleh 10 orang yang kemudian membawa lari uang THR-nya.

Dari hasil penyelidikan dan interogasi kepada saksi-saksi, petugas PPSU Kelurahan Mangga Dua Selatan ini melakukan penarikan uang sebesar Rp200 ribu, atau tidak sesuai dengan keterangan yang mengaku melakukan penarikan uang sebesar Rp4,4 juta.

Baca juga: Petugas PPSU yang Berbohong Jadi Korban Begal Terancam Dipecat






Buruh Harian Jadi Korban Begal di Bekasi, Punggung Dibacok Motor Diambil

6 jam lalu

Buruh Harian Jadi Korban Begal di Bekasi, Punggung Dibacok Motor Diambil

Korban begal di daerah Cibitung itu dibawa warga sekitar ke RSUD Kabupaten Bekasi untuk mendapatkan perawatan medis.


Laporkan Wiraswastawan Boyolali, Pengusaha Produk Kecantikan Depok Sebut Penipuan

22 jam lalu

Laporkan Wiraswastawan Boyolali, Pengusaha Produk Kecantikan Depok Sebut Penipuan

Pengusaha asal Depok yang melaporkan ke polisi wiraswastawan dari Boyolali dengan tuduhan penipuan dan penggelapan angkat bicara.


Pecatan Polisi Ditangkap usai Tipu Wanita di Tangerang

5 hari lalu

Pecatan Polisi Ditangkap usai Tipu Wanita di Tangerang

Tersangka diketahui merupakan pecatan polisi karena desersi atau meninggalkan dinas di Polda Sumatera Selatan


Kasus Penikaman Pengendara Motor di Jatiasih Bekasi, Polisi Pastikan Pelaku Bukan Begal

6 hari lalu

Kasus Penikaman Pengendara Motor di Jatiasih Bekasi, Polisi Pastikan Pelaku Bukan Begal

Pelaku penikaman di Jatiasih Bekasi tiba-tiba mengejar pengendara motor itu dan menusuknya.


Ratusan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol, Tertarik Investasi di Toko Online

6 hari lalu

Ratusan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol, Tertarik Investasi di Toko Online

Pelaku penipuan menawari para mahasiswa IPB investasi di toko onlinenya. Diminta mengutang di pinjaman online.


Kasus Medina Zein, Uya Kuya Serahkan Bukti Kunci ke Polda Metro Jaya

6 hari lalu

Kasus Medina Zein, Uya Kuya Serahkan Bukti Kunci ke Polda Metro Jaya

Uya Kuya mengklaim punya bukti kunci dalam kasus penipuan yang diduga dilakukan Medina Zein.


Polisi Telusuri Kemungkinan Pelaku Lain di Kasus Mahasiwa IPB Terjerat Pinjol

9 hari lalu

Polisi Telusuri Kemungkinan Pelaku Lain di Kasus Mahasiwa IPB Terjerat Pinjol

Polres Bogor Kota menyelidiki kemungkinan adanya keterlibatan perusahaan pinjaman online (pinjol) dalam kasus penipuan ini


BCA Bantah Kabar Perubahan Biaya Transfer Rp 150 Ribu per Bulan, Sebut Ada Aksi Penipuan

9 hari lalu

BCA Bantah Kabar Perubahan Biaya Transfer Rp 150 Ribu per Bulan, Sebut Ada Aksi Penipuan

Beredar informasi BCA menetapkan tarif baru transfer antar-bank menjadi Rp 150 ribu per bulan.


Jerumuskan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol, Tersangka Pakai Uang Investasi buat Beli Mobil

9 hari lalu

Jerumuskan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol, Tersangka Pakai Uang Investasi buat Beli Mobil

Tersangka penipuan investasi bodong ini menawarkan program investasi di toko online kepada para korban, yang sebagian mahasiswa IPB.


Ratusan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjaman Online, Kenali Ciri-Ciri Pinjol Ilegal Berikut

10 hari lalu

Ratusan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjaman Online, Kenali Ciri-Ciri Pinjol Ilegal Berikut

Berkaca dari kasus pinjaman online yang merugikan ratusan mahasiswa IPB, berikut adalah 5 ciri-ciri pinjol ilegal yang perlu diwaspadai.