Polisi Deteksi Jaringan Pelaku Skimming Rp1,2 Miliar

Ilustrasi Skimming Kartu Kredit. naplesnews.com

TEMPO.CO, Jakarta - Tim penyidik Polda Metro Jaya telah mendeteksi jaringan pelaku skimming yang berhasil mencuri uang nasabah bank swasta dan BUMN hingga Rp1,2 miliar. Salah satu pelaku yang berhasil ditangkap polisi adalah warga negara asing (WNA) asal Latvia, RM, 46 tahun.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Endra Zulpan mengatakan dari hasil pemeriksaan pelaku itu, terungkap bahwa dia tidak melaksanakan skimming sendiri. Menurut Zulpan, ada pimpinan yang mengarahkan pelaku menjalankan aksinya di Indonesia.

"Hasil sementara dimungkinkan pelaku lain termasuk jaringan tersangka juga WNA dan kami juga sudah deteksi keberadannya. Saya tidak bisa saya sampaikan tapi dalam waktu dekat mudah-mudahan kami tangkap juga," kata dia di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 20 Mei 2022.

Pelaku pencurian dengan pemberatan dan atau tindak pidana mengkases sistem elektronik orang lain tanpa izin, maupun tindak pidana pencucian uang ini berhasil ditangkap seusai polisi menerima laporan dari bank yang kerap kali menjadi korban pencurian uang atau skimming.

Zulpan mengatakan pelaku melaksanakan aksinya sejak April hingga Mei 2022 di daerah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Korbannya adalah bank swasta nasional maupun bank nasional atau badan usaha milik negara.

Cara Pelaku Melakukan Skimming

Menurut Zulpan, pelaku skimming menjalankan aksinya dengan cara menggesekkan kartu-kartu yang dimilikinya ke mesin ATM. Kartu ini sebagai sarana untuk menampung data elektronik nasabah. Selanjutnya pelaku memindahkan data nasabah tersebut ke laptop yang sudah terpasang aplikasi proton.

"Setelah data dan informasi nasabah tersebut diakses dengan kartu binance yang telah terisi melalui ATM bank tersebut ke rekening bank yang diperintah pimpinannya melalui telegram," ucap Zulpan.

Adapun barang bukti yang berhasil disita polisi di antaranya beberapa unit ponsel, beberapa kartu ATM, dan buku tabungan dari bank swasta nasional maupun bank BUMN. Selain itu, disita pakaian yang digunakan tersangka dalam aksinya.

"Ini tentunya didapat dari gambar yang ditemukan penyidik dari rekaman CCTV saat melakukan aksi tindak pidana, kemudian juga ada satu unit sepeda motor," kata Zulpan.

Pelaku berhasil ditangkap polisi di salah satu bank di Beji, Depok, pada Rabu, 18 Mei 2020 sekitar pukul 21.00 WIB. Pelaku menggunakan sepeda motor berwarna merah merk Lexi saat melaksanakan aksi skimming-nya di sejumlah ATM. Pelaku sendiri tinggal di Firdaus Mansion, Kemang.

Penyidik menetapkan pelaku sebagai tersangka dengan menjerat menggunakan pasal 363 KUHP dan atau pasal 30 jo pasal 46 UU ITE dan atau pasal 3, 4, dan 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU.

Dalam pasal 363 KUHP, tersangka terancam pidana 7 tahun, kemudian pasal 30 jo pasal 46 UU ITE pidana paling lama 6 tahun dan denda 600 juta. Dengan pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU ini tersangka terancam pidana 20 tahun penjara dan denda 5 miliar, pasal 5 UU TPPU pidana 5 tahun dan denda paling banyak 1 miliar.

"Penyidik fokus kepada kejahatan yang dilakukan pelaku walaupun statusnya WNA sudah ditersangkakan dan proses akan berlanjut serta naik ke tahap sidik untuk pemberkasan," ucap dia.

Baca juga: WNA Latvia Pelaku Skimming Kumpulkan Data Nasabah Bank Swasta dan BUMN






WNA Tidak Bayar Denda Tilang Elektronik, Polda Kepri Punya Penangkalnya

14 jam lalu

WNA Tidak Bayar Denda Tilang Elektronik, Polda Kepri Punya Penangkalnya

Integrasi data Polri dan Imigrasi dapat mencegah WNA yang kena tilang elektronik tapi mangkir dari kewajiban membayar denda.


Rumah Anggota Paspampres di Bekasi Kemalingan, Motor Raib

3 hari lalu

Rumah Anggota Paspampres di Bekasi Kemalingan, Motor Raib

Motor milik anggota Paspampres itu hilang saat diparkir di halaman rumah. CCTV menunjukkan maling motor berjumlah 2 orang.


Venezuela dan Kubu Oposisi Kompak Minta Pencairan Dana Publik

6 hari lalu

Venezuela dan Kubu Oposisi Kompak Minta Pencairan Dana Publik

Uang milik Venezuela itu, diharapkan secara bertahap dicairkan demi mengatasi krisis kemanusiaan. Oposisi ikut mendukung hal ini


Tips Hindari Pencurian di Rest Area Jalan Tol

6 hari lalu

Tips Hindari Pencurian di Rest Area Jalan Tol

Pelaku pencurian yang dicokok polisi mengungkapkan alasan komplotannya menyasar rest area jalan tol.


Rest Area di Jateng Hingga Jabar Disatroni Komplotan Pencuri, Begini Modusnya

6 hari lalu

Rest Area di Jateng Hingga Jabar Disatroni Komplotan Pencuri, Begini Modusnya

Komplotan pencuri spesialis rest area jalan tol itu beraksi sekitar pukul 04.30 WIB ketika pengguna mobil sedang beristirahat.


Marak Pembobolan Rekening Bermodus Link Aplikasi Pengiriman Barang, Ini Penjelasan Asosiasi Logistik

7 hari lalu

Marak Pembobolan Rekening Bermodus Link Aplikasi Pengiriman Barang, Ini Penjelasan Asosiasi Logistik

Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) menanggapi soal maraknya modus pembobolan rekening bank melalui tautan atau link yang mengatasnamakan aplikasi pengiriman barang dan jasa.


Saldo di Rekening Brigadir J Disebut-sebut Mencapai Rp 100 Triliun, PPATK: Itu Hoaks

7 hari lalu

Saldo di Rekening Brigadir J Disebut-sebut Mencapai Rp 100 Triliun, PPATK: Itu Hoaks

PPATK mengkonfirmasi bahwa kabar soal rekening Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J mencapai Rp 100 triliun tidak benar.


Simak, Inilah 5 Fakta Baru Kematian Satu Keluarga di Kalideres

8 hari lalu

Simak, Inilah 5 Fakta Baru Kematian Satu Keluarga di Kalideres

Ada beberapa fakta baru yang ditemukan polisi sehubungan dengan kasus kematian satu keluarga di Kalideres. Apa saja fakta baru tersebut?


Polisi Gadungan Pencuri Motor Ditangkap, Sudah Beraksi 60 Kali dalam 2 Bulan

9 hari lalu

Polisi Gadungan Pencuri Motor Ditangkap, Sudah Beraksi 60 Kali dalam 2 Bulan

Pencuri motor ini sudah beraksi 60 kali selama dua bulan terakhir di sejumlah wilayah Jakarta.


Penjarahan saat Bencana, Ini Hukuman Bagi Pelaku

9 hari lalu

Penjarahan saat Bencana, Ini Hukuman Bagi Pelaku

Pelaku penjarahan saat terjadi bencana bisa dihukum berat. Ini rinciannya