Warga Jakarta Penerima Bantuan Pangan Minta Tambah Porsi, Cuma Cukup 1 Minggu

Reporter

Editor

Sunu Dyantoro

Petugas melayani warga yang membeli bahan pangan bersubsidi di RPTRA Amir Hamzah, Pegangsaan, Menteng, Jakarta, Kamis 10 Februari 2022. Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas KPKP melaksanakan Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat bagi pemegang KJP Plus, lansia, penyandang disabilitas, buruh ber-KTP DKI, dan guru non-PNS setiap bulannya yang bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap pangan murah berkualitas seperti beras, susu, daging, ikan kembung, dan telur. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat yang menerima bantuan program pangan bersubsidi di Jakarta Selatan, meminta Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta menambah jumlah porsi yang diterima warga.

"Kalau bisa ada tambahan semacam beras ditambahin lagi porsinya, ayam juga bisa dapat dua, daging juga dilebihin lagi biar bisa bisa cukup lama," ungkap salahbsatu warga yang menerima pangan bersubsidi, Haris di RPTRA Kemandoran Jakarta Selatan, Senin, 11 Juli 2022.

Menurut Haris, bahan-bahan pangan bersubsidi ini hanya bisa mencukupi kebutuhan hingga satu minggu ke depan dengan catatan warga menghemat bahan-bahan yang diterima dengan baik. 
Meski begitu, dia merasa bersyukur dengan adanya program pangan bersubsidi dari pemerintah melalui Dinas KPKP Jakarta. Sehingga, keluarganya bisa merasakan makanan yang bergizi. "Lumayan lah, anak-anak bisa menikmati makanan enak," ucap dia.

Sementara itu, warga lainnya, Dewi Puspa juga merasa sangat terbantu dengan adanya program pangan bersubsidi yang dilakukan setiap satu bulan sekali. Sehingga, sebagian uang belanja bisa dialokasikan untuk keperluan yang lain. "Program ini sangat membantu sekali karena meringankan belanja harian karena murah," ucap Dewi yang sedang sibuk melipat nota pembelian bahan pangan bersubsidi.

Menurutnya, program ini berbeda dengan program lainnya. Pasalnya, ketersediaan bahan yang lengkap menjadikan warga merasa senang dan tidak kesulitan untuk mendapatkan ketika mereka sudah terdaftar sebagai penerima. "Ketersediaan stok banyak, jadi kita tidak perlu khawatir stok habis," ujar dia.

Program pangan bersubsidi sempat terhenti karena pandemi

Pengelola RPTRA Kemandoran, Septi Annisa Sari mengatakan program pangan bersubsidi yang hadir di RPTRA Kemandoran sudah ada sejak 2017 silam. Meski begitu, distribusi ini sempat terhenti mengingat Indonesia dilanda wabah virus corona. "Tahun ini kita mulai lagi sejak Februari 2022 lalu," ungkap dia.

Dengan sempat berhentinya program ini, antusias masyarakat kembali terlihat sejak dibukanya transaksi swipe dan pendistribusian pangan bersubsidi di RPTRA Kemandoran, masyarakat berbondong-bondong untuk mendaftar. Dalam hal ini, dia mengaku setiap bulan tidak kurang dari 500 paket yang disalurkan kepada masyarakat yang telah lebih dahulu melakukan transaksi ini.

Semenjak adanya pandemi wabah virus corona di Indonesia, pola penerimaan juga berubah. Pada hari pertama, masyarakat terlebih dahulu melakukan pembayaran, di hari kedua masyarakat baru bisa menerima barang yang sudah dibeli.

Tidak hanya di RPTRA, masyarakat juga bisa melakukan transaksi di gerai-gerai yang sudah melakukan kerjasama dengan pemerintah DKI untuk pendistribusian pangan subsidi tersebut. 
"Selain itu warga penerima manfaat pangan bersubsidi juga dapat melakukan transaksi di beberapa tempat seperti gerai di kelurahan, gerai di kecamatan, JakGrosir, JakMart, Mini DC dan gerai pasar Pasar Jaya lainnya," tulis akun instagram resmi miliki KPKP DKI @dkpkp.jakarta.
 

Pangan bersubsidi untuk pemegang Kartu Jakarta Pintar

KPKP DKI menginformasikan warga yang berhak menerima pangan bersubsidi, antara lain masyarakat yang memiliki Kartu Jakarta Pintar, PJLP dengan penghasilan minimal 1.1 UMP dan terdaftar wajib membawa ATM Bank DKI.

Selain itu, penghuni rusun juga bisa menerima program ini dengan persyaratan harus membawa kartu ATM Bank DKI yang sudah direverso. Persyaratan lain juga membolehkan lansia yang tidak mampu dan terdaftar dengan wajib membawa Kartu Lansia Jakarta.

Tidak hanya lansia, penyandang disabilitas yang tidak mampu juga berhak untuk menikmati program ini dengan syarat harus membawa Kartu Penyandang Disabilitas. "Ini memang hanya untuk masyarakat yang tertentu saja, seperti pekerja yang di bawah kelurahan sama peserta KJP, untuk lansia bisa dan juga penyandang disabilitas, asal mereka memiliki persyaratan yang sudah disetujui," tegas Petugas Bank DKI yang berjaga di RPTRA Kemandoran, Yuri Arief.

Selain itu, Guru Non PNS dan Tenaga Kependidikan Non PNS (KKI) yang berpenghasilan Rp1.1 juta UMP juga berhak menerima program ini dengan syarat memiliki ATM Bank DKI.

Untuk harga, program ini mematok harga daging sapi Rp35 ribu, beras premium Rp30 ribu, daging ayam Rp8 ribu, ikan kembung Rp13 ribu susu UHT Rp30 ribu dan telur ayam Rp10 ribu."Untuk susu hanya bisa yang memiliki KJP saja," ujar dia.

Baca juga: DKI Jakarta Kucurkan Subsidi Pangan Rp 1 Triliun Setiap Tahun






Pemkot Jaksel Ganti Festival Palang Pintu dengan Jalan Santai Kemang dan Gelar Budaya 2022

2 jam lalu

Pemkot Jaksel Ganti Festival Palang Pintu dengan Jalan Santai Kemang dan Gelar Budaya 2022

Kegiatan Jalan Santai Kemang ini menggantikan Festival Palang Pintu untuk menggerakkan kegiatan ekonomi di Kemang pascapandemi.


Survei PDB: 83,8 Persen Warga Puas Kinerja Anies Baswedan-Riza Patria

2 hari lalu

Survei PDB: 83,8 Persen Warga Puas Kinerja Anies Baswedan-Riza Patria

Hasil survei telepolling dari Lembaga Pusat Data Bersatu (PDB) menunjukkan 83,8 persen warga Jakarta puas atas kinerja Anies Baswedan-Riza Patria


Soleh Solihun Kena Pungli, Kanit Samsat Jaksel Bantah Ada Perintah Atasan

2 hari lalu

Soleh Solihun Kena Pungli, Kanit Samsat Jaksel Bantah Ada Perintah Atasan

Kanit Samsat Jakarta Selatan AKP Mulyono membantah memerintahkan petugas meminta pungutan atau pungli dalam pengurusan perpanjang STNK


Soleh Solihun Kena Pungli, Kanit Samsat Jakarta Selatan: Pelaku Karyawan Bantuan

2 hari lalu

Soleh Solihun Kena Pungli, Kanit Samsat Jakarta Selatan: Pelaku Karyawan Bantuan

Kanit Samsat Jakarta Selatan AKP Mulyono menyatakan cek fisik kendaraan bermotor tidak dipungut biaya


Hujan Petir dan Angin Kencang Diprediksi Terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur Hari Ini

3 hari lalu

Hujan Petir dan Angin Kencang Diprediksi Terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur Hari Ini

BMKG meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan petir disertai angin kencang di sebagian wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur hari ini.


Anies Baswedan Bertemu Murad Ismail, DKI Jakarta Datangkan Beras dan Ikan dari Maluku

3 hari lalu

Anies Baswedan Bertemu Murad Ismail, DKI Jakarta Datangkan Beras dan Ikan dari Maluku

Anies Baswedan mengharapkan kerja sama aktif Bank DKI dan Bank Maluku/ Maluku Utara dapat meningkatkan kesejahteraan warga di kedua daerah.


Gubernur Maluku Murad Ismail Puji Anies Baswedan: Mau Memperhatikan Kami di Maluku

4 hari lalu

Gubernur Maluku Murad Ismail Puji Anies Baswedan: Mau Memperhatikan Kami di Maluku

Gubernur Maluku Murad Ismail menemui Anies Baswedan. Menjalin kerja sama antara Maluku dan DKI Jakarta.


Bank DKI Kerja Sama dengan Bank Maluku-Maluku Utara Lewat Skema KUB

4 hari lalu

Bank DKI Kerja Sama dengan Bank Maluku-Maluku Utara Lewat Skema KUB

Bank DKI menjalin kerja sama dengan Bank Maluku-Maluku Utara melalui skema Kelompok Usaha Bank atau KUB.


Anies Baswedan Terima Kunjungan Gubernur Maluku Murad Ismail di Balai Kota

4 hari lalu

Anies Baswedan Terima Kunjungan Gubernur Maluku Murad Ismail di Balai Kota

Gubernur Maluku Murad Ismail menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota. Membahas kerja sama antar daerah.


Pierre Tendean dan Ade Irma Suryani Foto Bersama 2 Bulan Sebelum Tragedi G30S

4 hari lalu

Pierre Tendean dan Ade Irma Suryani Foto Bersama 2 Bulan Sebelum Tragedi G30S

Pierre Tendean dan Ade Irma Suryani Nasution dikenal akrab semasa hidupnya. Mereka menjadi korban dalam penyerangan G30S dini hari itu.