Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ibu Korban Bullying Binus School Serpong Cerita Kondisi Anaknya: Mau Menangis Saat Sendiri dan Mengunci Kamar

Reporter

image-gnews
Penetapan tersangka dan ABH dalam kasus bullying geng pelajar Binus School Serpong di Mapolres Tangerang Selatan, Jumat 1 Maret 2024. TEMPO/Muhammad Iqbal
Penetapan tersangka dan ABH dalam kasus bullying geng pelajar Binus School Serpong di Mapolres Tangerang Selatan, Jumat 1 Maret 2024. TEMPO/Muhammad Iqbal
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Widya, ibunda dari anak korban perundungan geng pelajar Binus School Serpong bersyukur atas pengungkapan kasus bullying yang menimpa anaknya. Namun sampai saat ini kondisi korban masih mengalami trauma. 

Didampingi sang anak yang merupakan kakak dari anak korban, Widya mendatangi Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) PPA Kota Tangerang Selatan. 

Widya mengatakan kondisi korban saat ini telah berangsur membaik. Namun traumatik yang dialamipun belum kunjung pulih. 

"Kondisi anak saya membaik, luka sudah mulai kering dan mulai tak terlihat memar. Tapi kadang dia akan merasa saat sendiri dia mau menangis dan mengunci pintu dikamar," kata Widya, Jumat 1 Maret 2024. 

Melihat kondisi sang anak, Widya mengaku telah meminta bantuan untuk rekan korban agar bisa datang. Hal itu tentu untuk meringankan beban psikis sang anak. 

"Saya juga sempat meminta teman untuk datang. agar dia bisa bicara dan bercanda. Dia sekarang sangat tertutup dia takut akan efek kaya gimana," ujarnya. 

Apalagi, kata Widya, saat ini sosial media terus dipenuhi akan hujatan yang mengarah pada anak tercinta. Tentunya hal itu membuat kondisi korban semakin terpuruk. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Dia juga banyak drop dari sosial media, itu kenapa jadi anak saya yang dikata katain," kata dia. 

Meski begitu Widya mengaku bersyukur dan mengapresiasi langkah petugas yang bisa mengungkap kasus tersebut secara terang benderang. 

"Kebetulan saya juga baru lihat dan alhamdulillah semua ini sudah mulai terang. Saya juga bertanya tanya kenapa anak saya diginiin," kata dia. 

Widya pun mengaku akan tetap melanjutkan proses hukum atas kasus perundungan di SMA Binus School Serpong ini hingga ke meja hijau. 

"Dari awal pas saya tau itu di tanggal 13 saya dikasih tau dan saya bilang saya ga terima dan akan lanjut di proses hukum," ujarnya.

Pilihan Editor: Satu Tersangka Bullying di Binus School Serpong sudah Bukan Pelajar

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


50 Tahun Berkarya di Dunia Hiburan, Didik Nini Thowok akan Gelar 4 Malam Pertunjukan di Akhir Tahun Ini

3 hari lalu

Maestro Tari Indonesia, Didik Nini Thowok hadir di Mata Najwa on Stage yang digelar di ISI Solo, Jawa Tengah, Rabu malam, 10 Juli 2024. Foto: Istimewa.
50 Tahun Berkarya di Dunia Hiburan, Didik Nini Thowok akan Gelar 4 Malam Pertunjukan di Akhir Tahun Ini

Didik Nini Thowok berencana menggelar serangkaian acara dalam rangka memperingati 50 tahun berkarya di dunia hiburan dan tari pada Desember 2024.


Seulgi Red Velvet Minta Maaf Usai Dituduh Bullying Gegara Tukar Sepatu dengan Manajer

3 hari lalu

Seulgi Red Velvet. Instagram.com/@hi_sseulgi
Seulgi Red Velvet Minta Maaf Usai Dituduh Bullying Gegara Tukar Sepatu dengan Manajer

Seulgi Red Velvet menjelaskan tentang pertukaran sepatu dengan manajer saat sampai di Taiwan


Santriwati Meninggal, Polisi Panggil Pengurus Pondok Pesantren Al-Aziziyah Lombok Timur

6 hari lalu

Kepala Satreskrim Polresta Mataram Komisarus I Made Yogi Purusa Utama. ANTARA/Dhimas B.P.
Santriwati Meninggal, Polisi Panggil Pengurus Pondok Pesantren Al-Aziziyah Lombok Timur

Kepolisian Resor Kota Mataram memanggil 14 saksi dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap santriwati Pondok Pesantren Al-Aziziya.


Kontribusi BINUS University Atasi Masalah Pengangguran Gen Z

7 hari lalu

Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. M. Samsuri, S.Pd., M.T., IPU. saat memberikan sambutan di Wisuda 69 pada 10 dan 11 Juli 2024
Kontribusi BINUS University Atasi Masalah Pengangguran Gen Z

Sebanyak 80,1 persen lulusan wisuda 69 BINUS langsung berkarier


Saran Kak Seto agar Anak Terhindar dari Perundungan

9 hari lalu

Ilustrasi: Sejumlah siswa SD mengikuti sosialisasi tentang bahaya perundungan di Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, Jawa Barat beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-Polres Garut
Saran Kak Seto agar Anak Terhindar dari Perundungan

Kak Seto menyebut pentingnya semua pihak memberi pengawasan dan perlindungan pada anak demi mencegah perundungan di satuan pendidikan.


Usut Kematian Santri, Polres Mataram Periksa Pihak Pondok Pesantren Al-Aziziyah

12 hari lalu

Foto arsip-Pondok Pesantren Al-Aziziyah. Foto: ANTARA/Dhimas B.P.
Usut Kematian Santri, Polres Mataram Periksa Pihak Pondok Pesantren Al-Aziziyah

Keluarga NI, santriwati Pondok Pesantren Al-Aziziyah yang sakit dan meninggal, mengaku korban sempat bercerita jika mengalami perundungan


30 Kampus Terbaik di Jakarta Versi EduRank 2024, Binus Urutan Pertama

13 hari lalu

Ilustrasi Kampus Bina Nusantara atau Binus. Dok. Binus University
30 Kampus Terbaik di Jakarta Versi EduRank 2024, Binus Urutan Pertama

Daftar kampus terbaik di Jakarta versi EduRank 2024. Binus berada di urutan teratas.


Pengusutan Kasus Kematian Santriwati Pondok Pesantren Al Aziziyah Ditingkatkan ke Tahap Peyidikan

15 hari lalu

Kedatangan jenazah Nurul Izatih, santriwati korban perundungan untuk diotopsi di RS Bhayangkara Polda NTB foto : istimewa Kuasa Hukum korban
Pengusutan Kasus Kematian Santriwati Pondok Pesantren Al Aziziyah Ditingkatkan ke Tahap Peyidikan

Polres Kota Mataram telah meningkatkan status penyelidikan kasus kematian santriwati Pondok Pesantren Al Aziziyah ke tahap penyidikan.


Santriwati Pondok Pesantren Al Aziziyah Meninggal, Diduga Korban Perundungan

18 hari lalu

Kedatangan jenazah Nurul Izatih, santriwati korban perundungan untuk diotopsi di RS Bhayangkara Polda NTB foto : istimewa Kuasa Hukum korban
Santriwati Pondok Pesantren Al Aziziyah Meninggal, Diduga Korban Perundungan

Dugaan perundungan itu muncul karena sebelum meninggal, Nurul Izatih, sempat bercerita ia dipukuli oleh tiga temannya sesama santri di ponpes itu.


Peringkat BINUS University Naik Signifikan dalam THE Impact Rankings 2024

34 hari lalu

BINUS University
Peringkat BINUS University Naik Signifikan dalam THE Impact Rankings 2024

BINUS University kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan menembus peringkat 401-600 dalam Times Higher Education (THE) Impact Rankings 2024