Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Sudah Tetapkan Tersangka, Polisi Ungkap Motif Bullying di Binus School Serpong

image-gnews
Penetapan tersangka dan ABH dalam kasus bullying geng pelajar Binus School Serpong di Mapolres Tangerang Selatan, Jumat 1 Maret 2024. TEMPO/Muhammad Iqbal
Penetapan tersangka dan ABH dalam kasus bullying geng pelajar Binus School Serpong di Mapolres Tangerang Selatan, Jumat 1 Maret 2024. TEMPO/Muhammad Iqbal
Iklan

TEMPO.CO, Tangerang - Polres Tangerang Selatan mengungkap motif di balik bullying atau perundungan di Binus School Serpong. Peristiwa ini berawal saat anak korban mengadu ke kakaknya karena menerima kekerasan saat ingin bergabung dengan Geng Tai, geng pelajar di sekolah itu.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Alvino Cahyadi menjelaskan perundungan pertama kali terjadi pada 2 Februari 2024. "Diduga telah terjadi kekerasan terhadap anak dibawah umur yang dialami anak korban berusia 17 tahun. Aksi ini diduga dilakukan oleh 12 orang di TKP," ujarnya, Jumat 1 Maret 2024. 

Anak korban saat itu secara bergantian disiksa oleh para pelaku dengan dalih tradisi yang harus dilewati sebelum bisa bergabung menjadi anggota geng.

Para pelaku menjambak rambut anak korban, mencubit dada, memukul perut, wajah dan kepala, menyuruh melepas celana, menendang kaki, hingga menggelitiknya.

Mendapatkan perlakuan seperti itu, anak korban cerita ke kakaknya pada 12 Februari 2024.

Keesokan harinya, kata Alvino, para pelaku perundungan mendapat informasi jika anak korban mengadu ke kakaknya soal tradisi tersebut. “Pelaku yang berjumlah enam orang tidak terima dan kembali melakukan tindakan kekerasan kepada anak korban dengan cara menyundut korek yang sudah dipanaskan ke lengan kiri korban, memiting leher korban, memukul perut korban, dan mendorong badan korban," ujarnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dari kronologi ini, Alvino menjelaskan ada dua dugaan motif, yaitu tradisi kekerasan untuk bisa menjadi anggota geng pelajar dan karena anak korban mengadu ke kakaknya.. 

Dalam kasus ini polisi menetapkan delapan anak berkonflik hukum (ABH) dan empat orang tersangka. Satu tersangka diketahui bukan pelajar di Binus School Serpong.

Empat tersangka dalam kasus ini adalah E, 18 tahun 3 bulan; R, 18 tahun 3 bulan; J, 18 tahun 11 bulan; dan G, 19 tahun. Namun, polisi belum menahan empat tersangka dan delapan ABH. “Akan melihat proses yang berjalan, kita melihat proses yang berlanjut mungkin itu saja,” ucap Alvino.

Polisi menjerat tersangka dan anak berhadapan hukum di kasus bullying ini dengan Pasal 76C juncto Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 170 KUHP. Sementara untuk satu ABH dijerat pula dengan Pasal 5 UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Kekerasan Seksual.

Pilihan Editor: Korban Bullying Binus Serpong Minta Perlindungan LPSK atas Isu Liar di Twitter

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


50 Tahun Berkarya di Dunia Hiburan, Didik Nini Thowok akan Gelar 4 Malam Pertunjukan di Akhir Tahun Ini

1 hari lalu

Maestro Tari Indonesia, Didik Nini Thowok hadir di Mata Najwa on Stage yang digelar di ISI Solo, Jawa Tengah, Rabu malam, 10 Juli 2024. Foto: Istimewa.
50 Tahun Berkarya di Dunia Hiburan, Didik Nini Thowok akan Gelar 4 Malam Pertunjukan di Akhir Tahun Ini

Didik Nini Thowok berencana menggelar serangkaian acara dalam rangka memperingati 50 tahun berkarya di dunia hiburan dan tari pada Desember 2024.


Seulgi Red Velvet Minta Maaf Usai Dituduh Bullying Gegara Tukar Sepatu dengan Manajer

1 hari lalu

Seulgi Red Velvet. Instagram.com/@hi_sseulgi
Seulgi Red Velvet Minta Maaf Usai Dituduh Bullying Gegara Tukar Sepatu dengan Manajer

Seulgi Red Velvet menjelaskan tentang pertukaran sepatu dengan manajer saat sampai di Taiwan


Santriwati Meninggal, Polisi Panggil Pengurus Pondok Pesantren Al-Aziziyah Lombok Timur

3 hari lalu

Kepala Satreskrim Polresta Mataram Komisarus I Made Yogi Purusa Utama. ANTARA/Dhimas B.P.
Santriwati Meninggal, Polisi Panggil Pengurus Pondok Pesantren Al-Aziziyah Lombok Timur

Kepolisian Resor Kota Mataram memanggil 14 saksi dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap santriwati Pondok Pesantren Al-Aziziya.


Kontribusi BINUS University Atasi Masalah Pengangguran Gen Z

4 hari lalu

Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. M. Samsuri, S.Pd., M.T., IPU. saat memberikan sambutan di Wisuda 69 pada 10 dan 11 Juli 2024
Kontribusi BINUS University Atasi Masalah Pengangguran Gen Z

Sebanyak 80,1 persen lulusan wisuda 69 BINUS langsung berkarier


Saran Kak Seto agar Anak Terhindar dari Perundungan

6 hari lalu

Ilustrasi: Sejumlah siswa SD mengikuti sosialisasi tentang bahaya perundungan di Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, Jawa Barat beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-Polres Garut
Saran Kak Seto agar Anak Terhindar dari Perundungan

Kak Seto menyebut pentingnya semua pihak memberi pengawasan dan perlindungan pada anak demi mencegah perundungan di satuan pendidikan.


Usut Kematian Santri, Polres Mataram Periksa Pihak Pondok Pesantren Al-Aziziyah

10 hari lalu

Foto arsip-Pondok Pesantren Al-Aziziyah. Foto: ANTARA/Dhimas B.P.
Usut Kematian Santri, Polres Mataram Periksa Pihak Pondok Pesantren Al-Aziziyah

Keluarga NI, santriwati Pondok Pesantren Al-Aziziyah yang sakit dan meninggal, mengaku korban sempat bercerita jika mengalami perundungan


30 Kampus Terbaik di Jakarta Versi EduRank 2024, Binus Urutan Pertama

10 hari lalu

Ilustrasi Kampus Bina Nusantara atau Binus. Dok. Binus University
30 Kampus Terbaik di Jakarta Versi EduRank 2024, Binus Urutan Pertama

Daftar kampus terbaik di Jakarta versi EduRank 2024. Binus berada di urutan teratas.


KontraS Sebut Ada Upaya Obstuction of Justice dalam Pengusutan Kematian Afif Maulana

12 hari lalu

Kuasa hukum Keluarga korban penyiksaan berujung kematian anak berstatus pelajar SMP (AM, 13) Direktur LBH Padang, Indira Suryani bersama YLBHI, KontraS, dan organisasi masyarakat sipil (tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Reformasi Kepolisian lainnya) saat menyampaikan update temuan dan proses advokasi kasus terkait di Gedung YLBHI Jakarta, Selasa 2 Juli 2024. LBH Padang memiliki banyak temuan, termasuk saksi-saksi yang sampai saat sekarang tidak/belum diperiksa oleh kepolisian. TEMPO/Subekti.
KontraS Sebut Ada Upaya Obstuction of Justice dalam Pengusutan Kematian Afif Maulana

KontraS menemukan indikasi adanya upaya menghalangi proses investigasi untuk mengungkap kematian Afif Maulana.


Pengusutan Kasus Kematian Santriwati Pondok Pesantren Al Aziziyah Ditingkatkan ke Tahap Peyidikan

12 hari lalu

Kedatangan jenazah Nurul Izatih, santriwati korban perundungan untuk diotopsi di RS Bhayangkara Polda NTB foto : istimewa Kuasa Hukum korban
Pengusutan Kasus Kematian Santriwati Pondok Pesantren Al Aziziyah Ditingkatkan ke Tahap Peyidikan

Polres Kota Mataram telah meningkatkan status penyelidikan kasus kematian santriwati Pondok Pesantren Al Aziziyah ke tahap penyidikan.


Kemenkumham Kawal Kasus Dugaan Penyiksaan Anak oleh Polisi di Padang

15 hari lalu

17 Polisi Terbukti Langgar Etik Penanganan Remaja Tawuran di Padang
Kemenkumham Kawal Kasus Dugaan Penyiksaan Anak oleh Polisi di Padang

Kemenkumham akan terus berkomunikasi dengan para pihak yang berhubungan dengan dugaan penyiksaan terhadap anak di Pandang, Sumatera Barat.