Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Eks Ketua DPD Partai NasDem Surabaya Robert Simangunsong Didakwa Gunakan Gelar Palsu, Ini Aturan yang Dilanggar

image-gnews
Ketua DPD Partai NasDem Surabaya Robert Simangunsong (duduk-kanan) didampingi sejumlah pengurus menujukkan surat rekomendasi untuk Azrul Ananda sebagai bakal calon wakil Machfud Arifin di Pilkada Surabaya 2020, Sabtu 25 Juli 2020. ANTARA/ Hanif Nashrullah
Ketua DPD Partai NasDem Surabaya Robert Simangunsong (duduk-kanan) didampingi sejumlah pengurus menujukkan surat rekomendasi untuk Azrul Ananda sebagai bakal calon wakil Machfud Arifin di Pilkada Surabaya 2020, Sabtu 25 Juli 2020. ANTARA/ Hanif Nashrullah
Iklan

TEMPO.CO, JakartaRobert Simangunsong didakwa lantaran menggunakan gelar akademik palsu. Ketua Peradi Rumah Bersama Advokat Surabaya ini diduga memalsukan gelar Magister Hukum atau S2. Dakwaan terhadap eks Ketua NasDem Surabaya itu dibacakan oleh tiga Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Yulistiono, Agus Budiarto, dan Vini Angeline, di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Pemalsuan gelar oleh eks Ketua DPD Partai NasDem ini dilakukan ketika menangani kasus di Surabaya sebagai pengacara. Dakwaan ini dibacakan oleh jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur di Pengadilan Negeri Surabaya, pada 21 Juni 2024.

Ketua DPD NasDem Surabaya Robert Simangunsong mengajukan surat pengunduran dari jabatannya pada 7 Februari 2023 setelah sebelumnya mendapat mosi tidak percaya dari sejumlah pengurus DPD.

Berdasarkan data dalam simira.kejati-jatim.go.id, Robert Simangunsong telah melanggar perkara jenis Orang dan Harta Benda (OHARDA) dengan nomor Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) B/204/XI/RES.2.4/2023 Ditreskrimsus. Ia menjalani penyidikan dengan hakim Rakhmad Hari Basuki yang waktu SPDP sudah dimulai sejak 14 November 2023. Kasus pemalsuan gelar Robert ini juga sudah naik ke tahap II untuk ditangani oleh Kejaksaan Negeri Surabaya. 

Pemalsuan Gelar

Pemalsuan gelar ata gelar palsu akademik yang dilakukan oleh Robert merupakan kejahatan atau tindak pidana dalam bagian kejahatan pemalsuan surat. Pasalnya, gelar palsu berkaitan dengan ijazah palsu yang termasuk surat sehingga menimbulkan pengakuan atau hak atas gelar akademik.

Tindak pidana pemalsuan ini tergolong kejahatan penipuan, jika seseorang memberikan gambaran tentang keadaan atas surat seakan-akan asli atau kebenarannya tidak sah adalah miliknya. Dengan dasar ini, orang lain memercayai keadaan yang digambarkan atas surat tersebut adalah benar, seperti tertulis dalam ejurnal.darmaagung.ac.id.

Aturan Pemalsuan Gelar

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pada kasus Robert Simangunsong, lembaga hukum telah menyatakan ia melanggar Pasal 93 Juncto Pasal 28 ayat (7) dalam Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Pada aturan hukum ini, gelar akademik, vokasi, atau profesi hanya digunakan oleh lulusan dari perguruan tinggi yang dinyatakan berhak memberikan gelar akademik, vokasi, atau profesi tersebut. Seseorang tidak berhak mendapatkan gelar tersebut, jika tidak menjadi lulusan dari perguruan tinggi.

Mengacu jdih.mahkamahagung.go.id, bunyi aturan pelarangan menggunakan gelar akademik yang juga dilanggar oleh Robert diatur dalam Pasal 28 ayat (7) UU Nomor 12 Tahun 2012 dengan bunyi sebagai berikut:

“Perseorangan yang tanpa hak dilarang menggunakan gelar akademik, gelar vokasi, dan/atau gelar profesi.”

Masih berdasarkan aturan sama, seseorang yang melanggar ketentuan hukum tersebut akan mendapatkan sanksi sesuai Pasal 93. Adapun, sanksi tersebut adalah pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling banyak Rp1 miliar.

Tak hanya itu, pemalsuan gelar akademik yang menyeret mantan politisi NasDem ini juga diatur dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada aturan ini, setiap orang yang menggunakan ijazah, sertifikat kompetensi, gelar akademik, profesi, atau vokasi terbukti palsu akan dipidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp.500 juta.

Pilihan Editor: 7 Fakta Terbaru Persidangan Syahrul Yasin Limpo Uang Disebut Mengalir ke DPR dan KPK

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Surya Paloh Tak Ingin NasDem-PKB Berpisah, Puji Capaian Politik Cak Imin Saat Ini

4 jam lalu

Ketua umum Partai Nasdem, Surya Paloh bersama pasangan Capres - Cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (kiri), memberikan keterangan kepada awak media seusai melakukan pertemuan tertutup, di Wisma Nusantara, Jakarta, Jumat, 23 Februari 2024. Dalam pertemuan ini, Surya Paloh menyatakan Partai Koalisi Perubahan Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Keadilan Sejahtera membahas mengenai hak angket DPR terkait kecurangan Pemilu 2024 untuk mendukung PDI Perjuangan untuk segera digulirkan di Parlemen. TEMPO/Imam Sukamto
Surya Paloh Tak Ingin NasDem-PKB Berpisah, Puji Capaian Politik Cak Imin Saat Ini

Surya Paloh menyatakan NasDem dan PKB tak boleh berpisah hingga kemanapun juga. Ia memuji capaian Cak Imin yang sudah jauh melangkahi dirinya.


NasDem Dukung Anies di Pilgub Jakarta, PKB Masih Ukur Potensi Kemenangan

11 jam lalu

Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 Anies Baswedan memberikan sambutan saat menghadiri acara tasyakuran Harlah ke-26 PKB di Jakarta, Minggu, 21 Juli 2024. Harlah ke-26 PKB tersebut mengangkat tema Menang Pilkada Menangkan Rakyat. ANTARA/Rivan Awal Lingga
NasDem Dukung Anies di Pilgub Jakarta, PKB Masih Ukur Potensi Kemenangan

Wasekjen PKB merespons soal NasDem yang mendukung Anies.


Respons PDIP soal Dukungan NasDem untuk Kaesang di Pilkada Jateng

13 jam lalu

Ketua Fraksi NasDem DPR RI Roberth Rouw (kiri) bersama Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep (kanan) dalam konferensi pers di NasDem Tower, Jakarta, Senin 22 Juli 2024. ANTARA/Narda Margaretha Sinambela
Respons PDIP soal Dukungan NasDem untuk Kaesang di Pilkada Jateng

PDIP merespons soal dukungan NasDem untuk Kaesang di Pilgub Jateng.


Soal Kaesang di Pilkada Jawa Tengah, PSI: Tunggu Agustus, Ada Kejutan

14 jam lalu

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep (kiri) berjabat tangan dengan Pemimpin Pura Mangkunegaran Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X usai pertandingan sepak bola DPW PSI Jateng melawan Mangkunegaran di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Minggu, 21 Juli 2024. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memberikan rekomendasi kepada KGPAA Mangkunegara X untuk maju sebagai bakal calon Wali Kota Solo pada Pilkada 2024 mendatang. ANTARA/Mohammad Ayudha
Soal Kaesang di Pilkada Jawa Tengah, PSI: Tunggu Agustus, Ada Kejutan

Andy mengatakan, PSI bersyukur nama Kaesang menguat dalam survei untuk Pilkada di Jawa Tengah.


Tanggapan PDIP dan PKB soal Nasdem Dukung Anies di Pilgub Jakarta

14 jam lalu

NasDem mengusung Anies Baswedan sebagai Bakal Calon Gubernur Daerah Khusus Jakarta dalam Pilgub Jakarta 2024. Tempo/CiciliaOcha
Tanggapan PDIP dan PKB soal Nasdem Dukung Anies di Pilgub Jakarta

Partai NasDem resmi mendukung Anies Baswedan untuk maju di Pilgub Jakarta. Apa tanggapan PDIP dan PKB?


Tim Anies Baswedan Sebut Kebebasan Memilih Cawagub Dimaknai Keleluasaan Bangun Koalisi

15 jam lalu

NasDem mengusung Anies Baswedan sebagai Bakal Calon Gubernur Daerah Khusus Jakarta dalam Pilgub Jakarta 2024. Tempo/CiciliaOcha
Tim Anies Baswedan Sebut Kebebasan Memilih Cawagub Dimaknai Keleluasaan Bangun Koalisi

Juru bicara Anies Baswedan mengatakan keleluasaan yang diberikan NasDem untuk memilih cawagub dimaknai sebagai keleluasaan bentuk koalisi.


Anies Disebut akan Bahas Bakal Calon Wakil di Pilgub Jakarta dengan Partai Pengusung

15 jam lalu

Ketua Majelis Syuro PKS Salim Assegaf Aljufrie (tengah), Presiden PKS Sohibul Iman (kiri) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berfoto bersama saat pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PKS 2019 di Jakarta, Kamis 14 November 2019. ANTARA FOTO/M. Risyal Hidayat/ama/aa.
Anies Disebut akan Bahas Bakal Calon Wakil di Pilgub Jakarta dengan Partai Pengusung

Menurut dia, Anies juga membuka diskusi dengan partai-partai lain mengenai calon wakil gubernur.


Kaesang Ungkap Wejangan Surya Paloh: Jangan Pernah Berhenti 5-6 Pemilu ke Depan, Setelah Itu Istirahat

17 jam lalu

Ketua Fraksi NasDem DPR RI Roberth Rouw (kiri) bersama Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep (kanan) dalam konferensi pers di NasDem Tower, Jakarta, Senin 22 Juli 2024. ANTARA/Narda Margaretha Sinambela
Kaesang Ungkap Wejangan Surya Paloh: Jangan Pernah Berhenti 5-6 Pemilu ke Depan, Setelah Itu Istirahat

Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep mengaku pembicaraannya dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh soal Pilkada Jateng hanya tipis-tipis saja.


Respons PKB atas Keputusan Nasdem Dukung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta

18 jam lalu

Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 Anies Baswedan memberikan sambutan saat menghadiri acara tasyakuran Harlah ke-26 PKB di Jakarta, Minggu, 21 Juli 2024. Harlah ke-26 PKB tersebut mengangkat tema Menang Pilkada Menangkan Rakyat. ANTARA/Rivan Awal Lingga
Respons PKB atas Keputusan Nasdem Dukung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta

PKB mengharapkan partai-partai yang telah menyatakan dukungan kepada Anies Baswedan duduk bersama membahas Pilgub Jakarta.


Menyoal Bakal Cawagub Pendamping Anies Baswedan di Pilgub Jakarta

19 jam lalu

Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 Anies Baswedan memberikan sambutan saat menghadiri acara tasyakuran Harlah ke-26 PKB di Jakarta, Minggu, 21 Juli 2024. Harlah ke-26 PKB tersebut mengangkat tema Menang Pilkada Menangkan Rakyat. ANTARA/Rivan Awal Lingga
Menyoal Bakal Cawagub Pendamping Anies Baswedan di Pilgub Jakarta

Anies Baswedan telah diusung oleh PKB, PKS, dan NasDem untuk maju di Pilgub Jakarta. Namun, nama bakal cawagub untuk mendampinginya masih menjadi PR.