Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

WNI di Kamboja Jadi Dalang Kasus Penipuan Modus Klik Like YouTube

image-gnews
Direskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol. Ade Safri Simanjuntak Tempo/M. Faiz Zaki
Direskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol. Ade Safri Simanjuntak Tempo/M. Faiz Zaki
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang WNI berinisial D yang bekerja di Kamboja, menjadi dalang kasus penipuan dengan modus klik 'like' video di YouTube. Dirkrimsus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Ade Safri Simanjuntak menyebut polisi saat ini memburu D, yang diduga masih berada di Kamboja.

Dalam kasus ini, polisi telah menangkap dua tersangka yaitu pria berinisial EO (47) dan wanita berinisial SM (29). "Tersangka D merupakan otak yang memerintahkan EO untuk mencari rekening," ujar Ade Safri saat dihubungi Tempo pada Kamis, 27 Juni 2024.

Berdasarkan hasil penyelidikan, D merupakan teman EO saat bekerja di Kamboja. D meminta EO menyiapkan handphone baru yang digunakan untuk membuka rekening. Rekening baru itu digunakan tersangka untuk menampung hasil kejahatan dari korban.

EO lantas meminta bantuan SM untuk mencari korban yang mau membuka rekening baru dengan iming-iming pekerjaan mengklik like video YouTube

Setelah korban mau membuka rekening baru, EO mendaftarkan rekening itu ke beberapa handphone baru. EO lantas mengirimkan HP tersebut ke Kamboja. "Tersangka EO telah melakukan pengiriman sejumlah 15 unit rekening ke Kamboja," ujar Ade. 

Ade mengatakan, saat ini polisi masih melakukan pengembangan apakah hanya tersangka D yang menjadi otak dari penipuan ini atau ada keterlibatan pihak lain.

Modus Penipuan

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ade Safri menjelaskan, pelaku menghubungi korbannya melalui nomor WhatsApp. Pelaku mengaku sebagai asisten sebuah perusahaan perabot rumah dan furnitur. Pelaku menawarkan pekerjaan mengklik 'like' video YouTube. Pelaku menjanjikan korban akan memberi komisi sebesar Rp 31 ribu. Pelaku lantas mengirimkan link telegram melalui WhatsApp tersebut. 

Setelah korban setuju melakukan pekerjaan tersebut, pelaku meminta korban menyerahkan data pribadi. Pelaku kemudian membuat rekening baru dari data itu. Korban lantas diminta melakukan deposit dengan mengirim sejumlah uang ke rekening itu.

Ade menyebut, kedua tersangka yaitu EO dan SM ditangkap di Cengkareng, Jakarta Barat pada Selasa, 25 Juni 2024. Setelah dilakukan interogasi dan penggeledahan terhadap tersangka, polisi menyita barang bukti berupa dua unit handphone.

Para tersangka telah menjalankan penipuan sejak Februari 2024. Saat ini, kata Ade, kedua tersangka ditahan di Rutan Polda Metro Jaya untuk kepentingan penyidikan.

Para tersangka penipuan akan dijerat dengan Pasal 28 ayat (1) jo Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/ atau Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan/ atau Pasal 81 dan atau Pasal 82 dan atau Pasal 87 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana dan/ atau Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Pilihan Editor: Eks Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar Dituntut 8 Tahun Penjara

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Polisi Tangkap Satu Lagi Tersangka Jaringan Online Scam Internasional yang Beroperasi di Dubai

14 jam lalu

Konferensi pers kasus penipuan daring internasional dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 16 Juli 2024. Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskim mengungkap adanya jaringan online scam internasional yang dioperasikan dari Dubai. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Polisi Tangkap Satu Lagi Tersangka Jaringan Online Scam Internasional yang Beroperasi di Dubai

Total kerugian yang diakibatkan operasi online scam dari jaringan internasional tersebut mencapai Rp 1,5 triliun.


Kejagung Sebut Berkas Perkara TPPU Panji Gumilang Masih Belum Lengkap

17 jam lalu

Panji Gumilang di Pengadilan Negeri Indramayu, Jawa Barat, Rabu, 20 Maret 2024. Foto: ANTARA/Fathnur Rohman
Kejagung Sebut Berkas Perkara TPPU Panji Gumilang Masih Belum Lengkap

Kejaksaan Agung menyebut berkas perkara tindak pidana pencucian uang Panji Gumilang masih belum lengkap. Apa sebabnya?


Kronologi WNI di Jepang Rampok dan Siksa Wanita di Fukuoka

20 jam lalu

Ilustrasi copet. protothema.gr
Kronologi WNI di Jepang Rampok dan Siksa Wanita di Fukuoka

Kronologi WNI ditangkap polisi Jepang setelah merampok dan menyiksa seorang wanita di Fukuoka.


Simak Cara Menggunakan YouTube Live Redirect

21 jam lalu

Simak Cara Menggunakan YouTube Live Redirect

Selain digunakan untuk menonton video, YouTube juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan siaran langsung. Ini cara gunakan YouTube Live Redirect?


Ingin Memulai Karier Sebagai Streamer di YouTube? Simak Cara dan Syaratnya

23 jam lalu

Logo YouTube. (youtube.com)
Ingin Memulai Karier Sebagai Streamer di YouTube? Simak Cara dan Syaratnya

Selain digunakan untuk menonton video, YouTube juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan siaran langsung. Simak syarat dan caranya.


Polisi Sita 675 Motor Honda yang Ditilep dari Dealer untuk Diekspor, Ini Kronologi Kasusnya

1 hari lalu

Polisi memeriksa barang bukti usai Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Fidusia dan atau Penipuan dan atau Penggelapan dana atau Penadahan Kendaraan Bermotor Jaringan Internasional di Slog Polri, Cipinang, Jakarta Timur, Kamis, 18 Juli 2024. Sepeda motor sebanyak 675 unit dan dokumen pendukung adanya transaksi pengiriman sebanyak sekitar 20 ribu sepeda motor dalam rentang waktu Februari 2021 hingga Januari 2024. Dampak kerugian ekonomi dalam kasus ini sekitar Rp.876 miliar. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Polisi Sita 675 Motor Honda yang Ditilep dari Dealer untuk Diekspor, Ini Kronologi Kasusnya

Total ada 675 motor Honda senilai Rp 826 miliar yang disita polisi. Negara tujuan ekspornya Vietnam, Rusia, Hong Kong, Taiwan dan Nigeria.


Motif WNI Merampok Wanita di Jepang: Butuh Uang

1 hari lalu

Ilustrasi begal / penyerangan dengan senjata tajam pisau / klitih / perampokan. Shutterstock
Motif WNI Merampok Wanita di Jepang: Butuh Uang

WNI di Jepang merampok dan memukul wanita di Jepang. Tersangka mengambil uang korban sebesar 600 Yen atau sekitar Rp 62.000.


Malaysia Berkomitmen Mencari Keadilan atas Tragedi Jatuhnya MH17

1 hari lalu

Malaysia Berkomitmen Mencari Keadilan atas Tragedi Jatuhnya MH17

Malaysia menegaskan kembali komitmen untuk mencari keadilan bagi korban tragedi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 satu dekade silam


Jaksa Masih Teliti Berkas Perkara TPPU Panji Gumilang

1 hari lalu

Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Whisnu Hermawan memberikan keterangan terkait kasus penyelewengan dana umat Aksi Cepat Tanggap (ACT). Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta. Jumat, 29 Juli 2022. Whisnu Hermawan menyatakan keempat petinggi ACT Ahyudin, Ibnu Khajar, Heriyana Hermain, dan Novariyadi Imam Akbari ditahan oleh Bareskrim per hari ini. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Jaksa Masih Teliti Berkas Perkara TPPU Panji Gumilang

Pimpinan Ponpes AlZaytun sekaligus terpidana kasus penodaan agama, Panji Gumilang, sudah bebas murni dari tahanan, kasus TPPU-nya masih menggantung.


5 Channel YouTube dengan Subscribers Ratusan Juta, Youtuber MrBeast Paling Banyak

2 hari lalu

Youtuber Mr. Beast. FOTO/instagram
5 Channel YouTube dengan Subscribers Ratusan Juta, Youtuber MrBeast Paling Banyak

MrBeast telah memecahkan rekor sebagai kreator konten pertama di YouTube atau Youtuber yang mencapai 300 juta subscribers