Jakarta Masih Berpotensi Banjir hingga April  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Hujan yang diperkirakan terus mengguyur Jakarta menyebabkan ibukota terancam banjir dalam beberapa bulan ini. Dalam peta prakiraan daerah potensi banjir yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, potensi banjir terbesar terjadi di bulan ini. Tapi, banjir berpeluang terjadi hingga bulan April.

    Bulan ini, kecamatan yang berpotensi banjir menengah antara lain Cengkareng, Grogol Petamburan, Kali Deres, Kebon Jeruk, dan Taman Sari di Jakarta Barat. Kemudian Cempaka Putih, Gambir, Kemayoran, Menteng, Sawah Besar, Senen, dan Tanah Abang di Jakarta Pusat. Lalu Cilandak, Kebayoran Baru, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, dan Tebet di Jakarta Selatan.

    Di Jakarta Timur antara lain Cakung, Cipayung, Ciracas, Jatinegara, Kramat Jati, Makasar, dan Pulo Gadung. Sedangkan di wilayah Jakarta Utara antara lain di Cilincing, Kelapa Gading, Koja, Pademangan, Penjaringan dan Tanjung Priok.

    Bulan depan, sejumlah wilayah masih rawan banjir. Yang berpotensi menengah antara lain Cilandak, Kebayoran Baru, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, dan Tebet di Jakarta Selatan. Serta di Jakarta Timur antara lain di Cipayung, Ciracas, Jatinegara, Kramat Jati dan Makasar.

    Sedangkan yang berpotensi rendah antara lain Cengkareng, Kali Deres, Kebon Jeruk, Grogol Petamburan, dan Taman Sari di Jakarta Barat. Cempaka Putih, Gambir, Kemayoran, Menteng, Sawah Besar, Tanah Abang, dan Senen di Jakarta Pusat. Cakung, Jatinegara, dan Pulo Gadung di Jakarta Timur. Dan Cilincing, Kelapa Gading, Koja, Pademangan, Penjaringan, serta Tanjung Priok di Jakarta Utara.

    Sedangkan untuk bulan April, daerah yang berpotensi banjir baik menengah maupun rendah tak berbeda dengan bulan sebelumnya.

    SOFIAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.