Pelajar Ciuman Jadi Tersangka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi

    ilustrasi

    TEMPO.CO, Tangerang - Kepolisian Resor Kota Tangerang menetapkan RD, 16 tahun, sebagai tersangka karena rekaman video ciuman di salah satu sekolah menengah atas di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. RD dinilai melakukan pencabulan anak di bawah umur dan dianggap melanggar Pasal 82 Undang-Undang 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

    ”RD sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kota Tangerang, Komisaris Shinto Silitonga, kepada Tempo, Jumat, 6 Januari 2012.

    Rekaman video sepasang pelajar sekolah menengah atas di Tangerang beredar luas melalui telepon seluler. Dalam rekaman selama enam menit itu, dua pelajar yang diduga berinisal berinisial NA, 16 tahun, dan RD, 16 tahun, pelajar SMA Rajeg, Kabupaten Tangerang, mengumbar adegan ciuman.

    Dalam adegan ciuman tersebut sepasang pelajar itu masih mengenakan pakaian seragam sekolah lengkap dan lokasi adegan mesra diduga dilakukan di dalam ruang kelas karena latar gambar menunjukkan meja dan kursi sekolah.

    Dalam perkara ini, kata Shinto, pihaknya telah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap sejumlah saksi, yaitu teman-teman dan keluarga RD, serta keluarga dan teman-teman NA selaku korban.” Semuanya sudah kami periksa dan kini mengerucut ke satu tersangka, yaitu RD,” kata Shinto.

    Shinto mengatakan, penyelidikan ini dilakukan setelah orang tua NA melaporkan RD ke polisi setelah rekaman video tersebut menyebar luas melalui telepon seluler. ”Keluarga korban merasa malu dan tidak terima serta mengganggap anaknya telah menjadi korban pencabulan,” katanya.

    JONIANSYAH

    Berita Terkait
    Video Hot Pelajar Gegerkan Tangerang  
    Pelajar Ciuman Jadi Tersangka
    Dinas Pendidikan Selidiki Video Ciuman Pelajar  
    Awasi Video Hot, Ponsel Pelajar Dirazia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.