Mayat Gadis di Depok Dikenali dari Luka Knalpot  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berkerumun melihat mayat wanita yang diperkirakan berusia 17 tahun, di sebuah kebun di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Minggu, 8 Desember 2012. TEMPO/Ilham Tirta

    Warga berkerumun melihat mayat wanita yang diperkirakan berusia 17 tahun, di sebuah kebun di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Minggu, 8 Desember 2012. TEMPO/Ilham Tirta

    TEMPO.CO, Depok - Mayat perempuan yang ditemukan di kebun pisang Kampung Mangga, Kelurahan Bojong, Pondok Terong, Depok, ternyata berinisial DY, 16 tahun. Dia dikenali keluarganya lewat luka di betis kanannya akibat knalpot.

    "Saya mengenalinya karena ada luka knalpot di kaki kanannya. Mukanya juga, tapi samar karena memar," kata Sarwani, 42 tahun, bapak kandung korban pada wartawan di Kepolisian Sektor Pancoran Mas, Senin, 9 Januari 2012.

    Sarwani mengaku syok ketika polisi datang ke rumahnya di Citayam dan memberi tahu ada seorang perempuan yang tewas . Ia pun disuruh ke Rumah Sakit Sukanto Polri, Kramatjati, Jakarta Timur untuk mengenali jenazah tersebut. Setelah melihat ternyata benar. "Ya masih syok, mulai dari laporan polisi yang datang ke rumah," katanya.

    Menurut Sarwani, dia sudah punya firasat mengenai kematian anaknya tersebut. DY yang belum bekerja tidak pulang ke rumah selama dua hari. "Ya ada firasat. Selalu kepikiran, anak saya ini di mana," katanya. Mayat gadis berusia 16 tahun tersebut ditemukan di bawah pohon pisang di sebuah kebun, di Gang Mangga, Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Depok, sekitar pukul 14.00 WIB, Minggu, 8 Januari 2011. Korban ditemukan dalam keadaan telanjang dengan memar di sekujur wajahnya.

    DY, adalah anak ke dua dari tiga bersaudara. Kakaknya bernama Juwanda Riswandi, 18 tahun, sedangkan adiknya, Rangga Saputra, 6 tahun. Sarwani mengetahui DY memang susah diatur sejak ia dan istrinya, Zainunah, 40 tahun, pisah ranjang pada 2006. "Namun ia enggak pernah ngeluh, kalau minta uang biasa," katanya.

    Sarwani sendiri memutuskan tinggal di Kalibata, Jakarta Selatan. Sedangkan DY tinggal bersama neneknya di Jalan Ken Arok, Kampung Kelapa RT 05 RW 19, Rawa Panjang, Bojong Gede, Bogor.

    Sarwani mengaku menyesal karena tidak mampu menjaga dan memberikan perhatian kepada putrinya itu. "Ini karena DY kurang perhatian. Dulu DY rajin mengaji," ujarnya. "DY akan dimakamkan di Citayam."

    ILHAM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.