Keluarga Syaiful Minta AMN Tetap Diproses Hukum

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Depok- Sukino, 48 tahun, orang tua Syaiful Munif, 13 tahun, yang ditusuk teman kelasnya, AMN, 13 tahun, meminta agar AMN tetap diproses sesuai hukum yang berlaku. “sebagai umat muslim kami tetap memaafkan. Tapi proses hukum tetap berlanjut,” katanya kepada Tempo, Sabtu, 18 Februari 2012.

    Sukino yang sedang menjenguk Syaiful di RS Fatmawati Jakarta mengatakan keadaan putranya berangsur baik setelah menjalani operasi mulai dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 16.30 WIB, Jum’at, 18 Februari 2012. “Sekarang ia sudah bisa makan dan minum. Kata dokter juga tinggal pemulihan,” kata Sukino.

    Menurut lelaki yang tidak bisa melihat sejak umur enam tahun ini, yang terpenting anaknya bisa sehat kembali. Masalah hukum ia menyerahkan sepenuhnya kepada polisi. “ Saya hanya ingin Syaiful baik-baik saja. Hukum saya serahkan ke polisi,” katanya.

    Pamannya Syaiful, Nurhasan, 56 tahun, tidak menyangka AMN nekat melakukan tindakan tersebut. Menurutnya, Syaiful dan AMN adalah teman akrab yang setiap hari bermain bersama. “AMN itu sering makan bersama syaiful di rumah Syaiful,” katanya saat ditemui di rumah Syaiful.

    Nurhasan mengatakan tetap menyerahkan kasus tersebut kepada penegak hukum. Dia meminta polisi memproses kasus tersebut dengan sebaik mungkin. “Maunya kami, Syauful yang sehat kembali sehat,” katanya.

    Mengenai biaya, kata Nurhasan, belum jelas sampai saat ini. Ia mengaku sedih melihat musibah yang dialami keluarga adiknya tersebut. “Mereka tidak punya apa-apa, rumah saja dikasih oleh pasien mereka yang memijat,” katanya.

    Menurut Nurhasan, Kementerian Sosial sudah mengunjungi rumahnya pada pagi tadi, Sabtu, 18 Februari 2012. Namun, dalam kunjungan tersebut belum ada kepastian apakah Kementerian akan menanggung biaya perawatan Syaiful. “Kementerian sudah datang mendata, tapi sampai saat ini belum ada kepastian. Mereka akan membantu atau tidak,” katanya.

    Pada Jum’at, 17 Februari 2012, sekitar pukul 07.00 WIB, AMN menusuk Syaiful dengan pisau dapur sebanyak delapan kali di Jalan Puri Pesanggrahan 1, Perumahan Bukit Cinere Indah, Depok. Syaiful ditemukan oleh Satpan perumahan setempat dengan keadaan yang menggenaskan di dekat got.

    Petugas Polsek Limo langsung membawa Syaiful ke RS Fatmawati Jakarta untuk dirawat intensif. Sementara itu AMN ditahan dan diperiksa di Polsek Limo. “Polisi mengetahui AMN dari pengakuan Syaiful saat dibawa ke RS,” kata Nurhasan.

    ILHAM TIRTA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.