Korban Jembatan Cihideung Kembali Ditemukan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga orang warga melihat sisa jembatan runtuh di aliran sungai cihideung, Cibanteng, Ciampea, Bogor, Jabar, Minggu (19/2). ANTARA/Jafkhairi

    Tiga orang warga melihat sisa jembatan runtuh di aliran sungai cihideung, Cibanteng, Ciampea, Bogor, Jabar, Minggu (19/2). ANTARA/Jafkhairi

    TEMPO.CO, Bogor - Upaya tim SAR gabungan untuk mencari sisa korban jembatan ambruk yang hanyut di Sungai Cihideung, Bogor, Jawa Barat, tidak sia-sia. Para sukarelawan kembali menemukan satu korban, Rafi bin Sulaeman, 5 tahun, pada Rabu, 22 Februari 2012, pukul 11.30 WIB.

    Korban ditemukan di Leuwi Rampe Sungai Cihideung atau sekitar 500 meter dari lokasi Jembatan Cidua yang ambruk itu. Diduga, Rafi--adik korban lain--Eka binti Sulaeman, 9 tahun yang ditemukan Selasa, 21 Februari 2012--tersangkut di antara bebatuan. Sebab di aliran sungai ini banyak terdapat palung dan bebatuan besar.

    "Jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit Leuwiliang untuk otopsi. Rencananya akan langsung dimakamkan hari ini," kata Kepala Seksi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Daerah, Budi Aksomo, Rabu, 22 Februari 2012.

    Sementara itu, suasana haru dan bingung sempat mewarnai penemuan dua jenazah perempuan pada Selasa, 21 Februari 2012, yang tertukar identitasnya. Jenazah pertama yang ditemukan Selasa pagi bukan Eka binti Sulaeman, 9 tahun, seperti disampaikan sebelumnya oleh pihak keluarga. Ia ditemukan sekitar 1 kilometer dari lokasi jembatan ambruk.

    Korban yang ditemukan di Leuwi Orok, Sungai Cihideung, pada Selasa pagi, 21 Februari 2012, itu adalah Nur Fajar Maulinda alias Ajay, 9 tahun.

    Kedua korban masih bertetangga di Kampung Pabuaran Kaum RT 06 RW 02, Desa Cibanteng, Ciampea, Bogor. “Yang dimakamkan lebih dulu ternyata bukan jenazah Eka. Kenapa waktu itu langsung diakui? Sebab, saat di rumah sakit, suasana panik dan jaket yang dipakai Ajay itu milik Eka,” kata Ketua Rukun Warga 02 Abidin.

    Selain itu, pada saat di Rumah Sakit Leuwiliang, pihak keluarga Eka langsung membenarkan ciri fisik jenazah itu adalah Eka.

    Situasi menjadi membingungkan ketika tim SAR gabungan kembali menemukan mayat perempuan di Leuwi Mading, Sungai Cisadane, Desa Benteng, Kecamatan Rancabungur, Selasa, 21 Februari 2012 siang, pukul 12.30 WIB. Miftahudin, salah seorang sukarelawan, menyebutkan siang itu yang ditemukan adalah jenazah Ajay.

    Suasana duka dan bingung terpancar dari wajah keluarga korban dan warga Pabuaran Kaum ketika jenazah korban hanyut kedua yang ditemukan pada 21 Februari 2012 ini tiba di Masjid Cibanteng. Tiba-tiba pihak keluarga menyatakan bahwa jenazah kedua itu adalah Eka. Padahal Eka sudah dimakamkan pada Selasa pagi, 21 Februari 2012.

    “Waktu identifikasi jenazah pertama di rumah sakit, kami emosional dan melihat ciri fisik yang ada langsung menyatakan bahwa itu adalah Eka. Ternyata salah. Jenazah yang datang kedua itulah Eka,” ujar Iwan, salah seorang kerabat Eka.

    Kedua jenazah perempuan ini akhirnya langsung dimakamkan bersebelahan. Dengan penemuan terakhir sebanyak tiga korban jembatan ambruk pada Selasa dan Rabu, 21 dan 22 Februari 2012, masih dua korban lagi yang belum ditemukan.

    ARIHTA U SURBAKTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.