Balapan, Dua Metro Mini Tabrakan di Mampang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua bus Metro Mini terlibat kecelakaan di jalan Mampang Prapatan pada Rabu 21 Maret 2012 sore. Menurut keterangan penumpang, sopir kedua bus tersebut kebut-kebutan seperti balapan di jalan raya. Balapan tersebut berhenti saat keduanya tabrakan di depan showroom Isuzu, sekitar 300 meter dari Pejaten Village.

    “Mereka balap-balapan. Saya sudah teriak-teriak tapi tetap ngebut,” kata Endang Purwanti, 39 tahun, pada Rabu 21 Maret 2012 sore.

    Tabrakan tersebut melibatkan dua metro mini yang dikemudikan Saiful Hariri dan Efendi. Bus yang dikemudikan Saiful menabrak bus yang dikemudikan Efendi dengan keras hingga kedua bus terjerambap ke trotoar di sebelah kiri, menabrak beberapa mobil yang tengah terparkir.

    Endang saat itu tengah menumpang bus yang dikemudikan Saiful. Ia mengatakan sejak dari jalan TB Simatupang, kedua bus sudah kebut-kebutan. Dia berteriak-teriak kepada sopir agar menurunkan laju, tapi tak digubris. “Sebab di dalam bus banyak anak kecil,” katanya.

    Sekitar 20 meter sebelum Showroom Isuzu, bus yang dikemudikan Efendi menepi untuk menurunkan penumpang. Adalah Ahmad Habibi, 16 tahun, yang meminta bus menepi di tempat itu. Baru berapa langkah Habibi melenggang, bus Efendi ditabrak dari belakang. Kaca pecah dan berserak ke jalanan. “Kernetnya terpelanting sampai gleper-gleper di jalan,” kata Habibi yang selamat dari kecelakaan tersebut.

    Habibi mengatakan bus yang ditumpanginya saat itu hanya membawa sedikit penumpang. Sekitar tiga hingga empat. Sementara bus yang menabrak membawa banyak penumpang dan kebanyakan perempuan. Benturan tersebut membuat kedua bus maju tak terkendali hingga akhirnya terjerembap di trotoar.

    Akibat benturan, Endang terluka di bagian kepala. Pelipisnya sobek sekitar tiga centimeter. Ia terus mengusap-usap lukanya dengan kain dan es selama diwawancara. Begitu juga dengan Nurlaeli, penumpang bus yang dikemudikan Saiful. Kepalanya terbentur kursi hingga memar. “Saya tidak sadar apa-apa tiba-tiba pecahan kaca melayang ke saya,” katanya.

    Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Kedua sopir kini sudah diamankan polisi. Begitu juga kernet yang salah satunya bernama Rian. Sementara kernet satu lagi dirawat di Rumah Sakit JMC, yang jauhnya sepelemparan batu dari lokasi kejadian. Kedua sopir dan kernet beberapa kali mendapat bogem mentah dari warga di lokasi yang marah oleh ulah kedua sopir itu.

    ANANDA BADUDU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.