Begini Pembagian Kerja Jokowi dan Ahok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mendagri Gamawan Fauzi (kiri) menyematkan tanda pangkat kepada Joko Widodo (tengah) dan Basuki Tjahaya Purnama, saat melantik Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD DKI Jakarta di Jakarta, (15/10). ANTARA/Ismar Patrizki

    Mendagri Gamawan Fauzi (kiri) menyematkan tanda pangkat kepada Joko Widodo (tengah) dan Basuki Tjahaya Purnama, saat melantik Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD DKI Jakarta di Jakarta, (15/10). ANTARA/Ismar Patrizki

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berbagi tugas dengan wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama.

    Jokowi mengatakan, pembagian tugas yang disepakati saat ini dengan Basuki bisa berubah sewaktu-waktu. "Ya nanti kami bisa bergantian (mengerjakan tugas)," kata Jokowi di Jakarta, Rabu, 14 November 2012.

    Jokowi menjelaskan kesepakatan awal memang membuat tugas gubernur banyak dilakukan di luar lingkungan kantor dan bertemu langsung dengan masyarakat. Sementara wakil gubernur akan berada di kantor untuk mengurus persoalan anggaran. "Jadi, saya di luar Pak Wakil Gubernur di kantor," kata dia.

    Pernyataan itu disampaikan Jokowi menanggapi ucapan Basuki yang mengatakan sering mendapat bagian yang tidak enak dalam bekerja di pemerintahan. Basuki mengaku sering berurusan langsung dengan pemotongan anggaran di dinas-dinas sebagai bentuk efisiensi maupun bertemu dengan pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

    Jokowi menambahkan, tidak menutup kemungkinan nantinya pembagian kerja antara dirinya dengan Basuki berubah. Jokowi mengatakan, tidak keberatan jika harus bekerja di dalam kantor. "Ya nanti setelah dua atau tiga bulan bergantian tidak apa-apa, masa yang tambah hitam saya," kata dia sambil tertawa.

    Menurut Jokowi, pembagian porsi kerja yang dilakulan semata-mata untuk bagian kerja saja. "Kami sama sekali tidak berpikir pembagian kekuasaan atau pembagian ekonomi, sama sekali tidak berpikir ke arah sana," ujarnya.

    Jokowi menilai, bekerja di dalam dan di luar kantor tak jauh berbeda. "Dua-duanya itu sama-sama tidak enak, jadi gantian tidak apa-apa," kata Jokowi diikuti gelak tawa.

    DIMAS SIREGAR

    Berita terpopuler lainnya:
    Ini Pantangan Tinggal di Kampung Susun Ciliwung

    Upah Minimum di Jakarta Rp 2,2 Juta

    Kini Jokowi Ditantang Benahi Sampah 
    Jokowi Awasi Langsung Program Kartu Jakarta Sehat 

    Jokowi Setuju Kartu Sehat Bukan untuk Orang Kaya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.