Rabu, 14 November 2018

KPU Tetapkan Bima Arya sebagai Wali Kota Bogor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bima Arya dan Usmar Hariman. ANTARA FOTO/Jafkhairi

    Bima Arya dan Usmar Hariman. ANTARA FOTO/Jafkhairi

    TEMPO.CO, Bogor - Setelah dinyatakan sebagai pasangan yang mendapat suara terbanyak dalam Pilkada Kota Bogor dengan perolehan sebanyak 132.835 suara atau 33,14 persen, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor menetapkan pasangan nomor urut 2, Bima Arya Sugiarto-Usmar Hariman, sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor terpilih periode 2014-2019.

    "Sesuai dengan keputusan nomor 67/Kpts/KPU-Kota-011329141/IX/2013 tentang penetapan pasangan calon terpilih Pilkada Kota Bogor 2013, bahwa Dr Bima Arya Sugiarto-Ir Usmar Hariman dengan perolehan suara sah terbanyak," kata Ketua KPU Kota Bogor Agus Teguh Suryaman saat membacakan pengumuman penetapan pasangan calon terpilih di kantor KPU Kota Bogor, Jumat, 20 September 2013.

    Ia mengatakan, untuk pihak yang merasa keberatan dengan keputusan KPU dipersilakan untuk menempuh jalur hukum. "Kita memberikan waktu tiga hari kerja kepada pihak-pihak yang keberatan dengan keputusan hasil Pilkada Kota Bogor ini," katanya.

    Dalam Pilkada Bogor ini, KPU mengakui gagal menekan tingginya angka golongan putih (golput) karena partisipasi pemilih hanya mencapai 63,4 persen dari 673.938 total daftar pemilih tetap.

    "Kami akui jumlah suara masuk dan partisipasi masyarakat untuk datang dan memilih di Pilkada Kota Bogor belum memenuhi target partisipasi pemilih (75 persen)," kata Agus.

    Setelah ditetapkannya Bima Arya menjadi pemenang dalam Pilkada Kota Bogor oleh KPU Kota Bogor, pasangan calon wali kota nomor urut dua ini langsung melakukan pesta bersama ratusan pendukungnya di Pendopo Enam, yang menjadi Posko Kemenangan Bima-Usmar.

    "Selama masa peralihan dan transisi kepemimpinan selama tujuh bulan ini, saya akan berkantor di Paguyuban Bogor," kata Bima. "Silakan semua warga Kota Bogor datang ke kantor untuk memberikan masukan apa yang harus saya lakukan dalam membangun Kota Bogor."

    Bima mengatakan pihaknya juga akan melakukan peninjauan kembali atas semua keputusan dan kebijakan yang telah dikeluarkan oleh wali kota lama, Diani Budiarto. Salah satu kebijakan Diani yang akan ditinjau adalah pembangunan mal dan hotel yang terintegrasi dengan Terminal Baranangsiang. "Kami akan tinjau kembali rencana tersebut. Jika ada yang salah, kita akan revisi," kata politikus dari Partai Amanat Nasional ini.

    Dalam Pilkada Bogor ini, pasangan Bima-Usmar menang tipis dengan pesaingnya, pasangan Achmad Ru'yat-Aim Halim Hermana yang memperoleh 131.080 suara (32,70 persen). Bima-Usmar hanya unggul 1.755 suara (0,44 persen) dengan Ru'yat-Aim.

    Sedangkan pasangan calon lainnya, yakni Dody Rosadi-Untung W. Maryono, menempati posisi tiga (67.715 suara), kemudian disusul pasangan Syaiful Anwar-Muztahidin (43.448 suara), dan pada posisi paling buncit diraih pasangan Firman Halim-Gartono (25.793 suara).

    M SIDIK PERMANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?