Serang Demo Buruh, 10 anggota Ormas Diperiksa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan Buruh pabrik berkumpul di depan pabrik Meiwa jalan untuk memblokir Jalan Raya Bogor, Depok (31/10). Buruh-buruh di sejumlah propinsi mengancam akan melakukan mogok nasional jika Upah Minimum Propinsi (UMP) 2014 masih dibawah tuntutan. Tempo/Ilham Tirta

    Ribuan Buruh pabrik berkumpul di depan pabrik Meiwa jalan untuk memblokir Jalan Raya Bogor, Depok (31/10). Buruh-buruh di sejumlah propinsi mengancam akan melakukan mogok nasional jika Upah Minimum Propinsi (UMP) 2014 masih dibawah tuntutan. Tempo/Ilham Tirta

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menyatakan, sepuluh orang yang diperiksa terkait penyerangan terhadap sejumlah buruh dalam unjuk rasa lalu merupakan anggota organisasi masyarakat. "Ya, dari ormas," ujar juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Ahad, 3 November 2013.

    Namun Rikwanto tidak mengkonfirmasi apakah 10 orang tersebut merupakan anggota organisasi masyarakat Pemuda Pancasila atau bukan. Pesan singkat yang dikirim Tempo untuk mengkonfirmasi itu tak jua direspons. Ormas ini diduga melakukan penyerangan dalam demo buruh di Cikarang, Jawa Barat, pekan lalu.

    Sepuluh orang tersebut ditangkap polisi atas tiga laporan berbeda terkait penganiayaan yang dilakukan di tiga tempat berbeda. Mereka yang dilaporkan terancam hukuman tujuh tahun bui akibat melanggar Pasal 170 KUHP tentang Penganiayaan.

    Kesepuluh orang tersebut antara lain Adi Susandi, diduga menganiaya Fernando Siregar di depan Ruko Capitol Jababeka. Lalu Bambang, Ikron, dan Danio alias Peyang dilaporkan oleh Joko Triyono karena menganiaya di kawasan EJIP, Cikarang.

    Enam orang lainnya, Andi, Rembong, Edo, Tara, Iwan, dan Mulyadi dilaporkan oleh Suprayitno karena melakukan penganiayaan di kawasan Hyundai, Cikarang.

    Pada akhir bulan lalu, sebanyak 10 buruh dilaporkan terluka akibat bentrokan dengan organisasi masyarakat Pemuda Pancasila Kabupaten Bekasi. Akibatnya, sepuluh buruh dilarikan ke RS Hosana Medika dan RS Medirosa, Cikarang. Para buruh mengalami luka bacok, luka memar, dan luka tusuk. Penyerang dilaporkan membawa senjata tajam saat melancarkan aksinya.

    M. ANDI PERDANA

    Berita Terpopuler
    Peserta Tes CPNS Membeludak, Simprug Macet

    Letusan Gunung Sinabung Semakin Sering 

    Perampok Tembak Penjaga Toko

    30 KRL dari Jepang Akan Dirakit Ulang  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.