Firasat Sebelum Pendaki Semeru Meninggal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pendaki gunung tersesat. Antara/Iggoy el Fitra

    Ilustrasi pendaki gunung tersesat. Antara/Iggoy el Fitra

    TEMPO.CO, Bekasi - Endang Hidayat, 53 tahun, tewas saat mendaki Gunung Semeru di Malang, Jawa Timur. Diduga ia meninggal dunia karena serangan jantung. Pihak keluarga sempat merasakan beberapa firasat sebelum kepergian pria pencinta alam itu.

    "Kalau diagnosa dari sana papah terkena serangan jantung. Sempat sesak dan kejang dulu," kata Dian, anak kandung Endang, di rumah duka Jalan Carita C Nomor 199 Blok VII, RT 06/RW 08, Sepanjang Jaya Rawalumbu, Kota Bekasi, Kamis, 26 Desember 2013. Namun, ujar Dian, orang tuanya tak mempunyai riwayat penyakit jantung.

    Dian mengatakan, bapak empat anak itu berangkat menuju Malang pada Senin lalu menggunakan jasa kereta api dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Endang mendaki bersama anak keduanya, Danu Suwandana Saputra, 28 tahun. "Kalau Aa (kakak) berangkat dari Bandung," kata Dian.

    Keduanya bertemu di Stasiun Malang pada Selasa pagi. Mereka lalu melanjutkan perjalanan menuju Gunung Semeru bergabung dengan belasan pendaki lainnya. "Ini kegiatan rutin Aa, hanya Papa ingin ikut mendaki bersama anaknya," ujarnya. "Karena sudah lama tidak mendaki," kata Dian.

    Sebelum keberangkatan Endang, keluarga sudah merasakan firasat. Belakangan ini, pensiunan pabrik itu sering mengingatkan kepada keluarga agar jangan lupa beribadah. "Mama saya pernah bilang kalau telinganya terus berdengung. Katanya, Papa mau meninggal kali," ujar dia.

    Firasat itu ternyata benar. Endang meninggal dunia saat mendaki Gunung Semeru bersama anaknya ketika sampai di Pos Dua karena fisiknya tak kuat. Padahal, pihak keluarga sudah melarang mengingat usianya sudah tak muda lagi.

    "Aa melarang, semua juga melarang. Tapi, Papa keukeuh ingin ikut," ujarnya. "Sampai dibelain beli tiket sendiri," kata Dian.

    Dian menambahkan, rencananya jenazah almarhum akan dimakamkan di tempat pemakaman keluarga di Sumedang, Jawa Barat, sesuai permintaannya, pada malam ini. Saat ini, jenazah masih di Malang dan akan diterbangkan ke Jakarta menggunakan pesawat. "Disemayamkan dulu, baru dibawa ke Sumedang," katanya.

    ADI WARSONO
    Berita Terpopuler:
    Natal, Megawati dan Jokowi Kunjungi Ahok
    Kader PPI yang Disomasi Ternyata Tim Sukses SBY
    Ditegur Megawati, Jokowi Tutup Jendela Mobil
    Ini Sosok yang Akan Rebut Golkar dari Dinasti Atut
    Siswi SMAN 6 Bekasi Tewas di Gunung Gede

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.