Jumat, 16 November 2018

Flyover Kampung Melayu Atasi Macet di Kuningan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana lalu lintas di bawah Jalan Layang Non-Tol  Kampung Melayu - Tanah Abang yang ramai oleh kendaran di Jalan Casablanca, Jakarta (25/11). Tempo/Aditia Noviansyah

    Suasana lalu lintas di bawah Jalan Layang Non-Tol Kampung Melayu - Tanah Abang yang ramai oleh kendaran di Jalan Casablanca, Jakarta (25/11). Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Peresmian Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang akan dilakukan oleh Gubernur Joko Widodo hari ini, Senin, 30 Desember 2013. Jembatan sepanjang 2,7 kilometer itu diharapkan mampu mengurangi kepadatan kendaraan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

    JLNT itu pun dibangun tepat di sepanjang Jalan Casablanca hingga Jalan Prof. Dr. Satrio dengan nilai Rp 840 miliar. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan jalan itu akan menambah jalur kendaraan pribadi dari enam lajur menjadi 10 lajur. Arus lalu lintas dari Kampung Melayu menuju Tanah Abang pun diharapkan bisa lebih lancar, terutama pada jam padat kendaraan.

    Jalan itu diprediksi akan mengurangi persentase kemacetan hingga 40 persen setiap harinya. JLNT itu nantinya diprediksi bisa menampung 7.200 kendaraan tiap jam. Dibangun sejak 2010 silam, para pengguna kendaraan dari Kampung Melayu menuju Tanang Abang atau sebaliknya bisa menggunakan jalan tersebut tanpa dipungut biaya.

    Hanya saja, pemerintah belum memutuskan apakah jalan itu boleh dilalui kendaraan roda dua atau tidak. Soalnya, jalan serupa yang membentang antara Blok M-Antasari tidak boleh dilalui pengendara motor. Hanya kendaraan roda empat atau lebih yang boleh melintasi jalur tersebut.

    Proyek itu sendiri awalnya dijadwalkan rampung pada 2012, tapi molor hingga lebih dari satu tahun. Pembangunan itu sempat terhenti pada pertengahan tahun lalu lantaran PT Istaka Karya selaku salah satu kontraktor menyatakan kehabisan dana. Mereka pun meminta Pemprov DKI untuk segera mencairkan Rp 200 miliar untuk menyelesaikan sekitar 10 meter sisa jalan yang belum rampung.

    Sempat ditolak oleh Pemprov DKI, proyek itu pun akhirnya dilanjutkan setelah ada proses audit dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembanguan. Gubernur Jokowi pun menyatakan jalan itu akan rampung akhir tahun 2013 dan mulai beroperasi penuh pada awal 2014.


    DIMAS SIREGAR

    Berita lain:
    Haul Gus Dur, Butet Mengolok-Olok Prabowo?

    Sutarman: Ucapan Gus Dur Manjur

    Kisah Rhoma Irama Lolos dari Pembunuhan

    Kata Rhoma, Jokowi yang Mengajaknya Duet



     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.