Puncak Musim Hujan Diperkirakan Awal Februari  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperkirakan puncak musim hujan akan terjadi pada dua pekan terakhir Januari dan dua pekan awal Februari. "Diperkirakan curah hujan sekitar 400 milimeter per bulan," kata Kepala Meteorologi Publik BMKG Mulyono Prabowo saat dihubungi Tempo, Rabu, 8 Desember 2014.

    Curah hujan tersebut, kata Mulyono, masih berada di kisaran normal. Kisaran normal curah hujan pada puncak musim hujan adalah 400-500 milimeter per bulan. Angka curah hujan tersebut akan terdistribusi dalam sebulan. "Yang perlu diwaspadai adalah curah hujan harian, karena meskipun sesaat tapi dampaknya cukup terasa," kata dia. Itulah yang terjadi pada 17 Januari tahun lalu ketika curah hujan rata-rata di Jakarta berada di atas 100 milimeter per hari. "Di Cengkareng bahkan sampai 140 milimeter per hari," kata dia.

    Lebih jauh, Mulyono mengatakan potensi terjadinya banjir di Jakarta tidak akan sebesar tahun lalu. "Efek globalnya tidak akan besar seperti tahun lalu, karena curah hujan di Jabodetabek dalam kisaran normal," kata dia. Anomali cuaca di Jakarta juga relatif tidak banyak terjadi. "Suhu muka air laut di utara dan selatan Laut Jawa memang menghangat, tapi masih normal," kata dia. Dalam beberapa hari mendatang, siklon tropis baik di utara dan selatan Jawa juga tidak terjadi.

    Seperti diberitakan sebelumnya, pada Rabu, 8 Desember 2014, wilayah Jakarta diguyur hujan seharian. Pihak BMKG, kata Mulyono, baru bisa mengetahui tingkat curah hujan Rabu ini pada Kamis, 9 Januari 2013. Sementara curah hujan pada Selasa lalu untuk wilayah Jakarta adalah 20-25 milimeter per hari.

    AMIRULLAH



    Baca juga:

    Detik-detik Penggerebekan di Ciputat Versi Warga

    Polisi Sarankan Tukang Tambal Ban Dilarang

    Setelah Dikritik, Ahok Memilih Naik Taksi

    Masjid Digusur, Warga Akan 'Ngungsi' ke Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.