Sidang Yayan Ditunda Sampai Minggu Depan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Suhaib Salem

    REUTERS/Suhaib Salem

    TEMPO.CO, Jakarta - Persidangan perkara penganiayaan terhadap tetangganya dengan terdakwa Yayan Nurhayati, 43 tahun, ditunda sampai minggu ke depan. Ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur Fetriyanti memutuskan ditunda sebab kuasa hukum terdakwa, Taufik Basari, menolak eksepsi. (Baca:Pengacara Nyatakan Kasus Yayan Tak Layak Disidang)

    Menurut Taufik, jika eksepsi diterima, jaksa bisa memperbaiki dakwaannya. "Kami ingin langsung ke pembuktian saja. Biar lebih cepat," katanya, Kamis, 16 Januari 2014.

    Fetriyanti mengatakan, minggu depan akan menghadirkan empat saksi dari pihak jaksa penuntut umum. Saksi tersebut yakni Yusnina, korban; Suryanah, tetangga korban; Samsul, suami Yayan; dan Fauzi, suami Yusnina.

    Sementara jaksa penuntut umum, Rudi Panjaitan dan Bobby Ruswin, menjelaskan bahwa mereka menuntut terdakwa dengan Pasal 351 ayat (1) tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman penjara 2 tahun 8 bulan.

    Kasus ini bermula dari perseteruan antartetangga. Yayan dilaporkan tetangganya, Yusnina, 60 tahun, ke polisi pada Juli 2013 karena penganiayaan saat bertengkar masalah sampah.

    Akibatnya, Yayan pun dijadikan tersangka dan dituntut 6 tahun kurungan penjara. Pada 6 Januari 2014 lalu, Yayan ditahan di Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Namun, Senin, 13 Januari 2014, kemarin, permohonan penangguhan penahanan Yayan dikabulkan. (Baca: Buang Sampah ke Rumah Tetangga, Yayan Dipenjara )

    ERWAN HERMAWAN



    Berita Lainnya:
    Akil Simpan Rp 2,6 M di Ruang Karaoke
    Jajal Bus Transjakarta Baru, Jokowi Kedinginan AC  
    Ada Gerakan Senior PDIP Dukung Jokowi Jadi Capres
    Kisah Cinta Ahok, Beda 9 Tahun dengan Istrinya  
    Dahlan Iskan Berkali-kali Minta Dicoret dari Konvensi
    Jokowi Buka Lagi Ide Sodetan Katulampa-Cisadane


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.